Selasa 29 Jun 2021 20:54 WIB

52 Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Timur Positif Covid-19

Tenaga kesehatan yang positif hanya mengalami gejala ringan karena sudah vaksin.

Virus corona  (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyatakan ada sebanyak 52 tenaga kesehatan di daerah itu yang saat ini tertular Covid-19. Sebanyak 19 orang di antaranya dari RS Murjani.

"Itulah risiko pekerjaan. Untuk di RS Murjani ada 19 orang dan di Dinas Kesehatan sebanyak 33 orang. Alhamdulillah gejala ringan semua. Tidak ada yang dirawat. Mereka berisiko tertular karena bersentuhan langsung dengan pasien. Lengah sedikit saja bisa tertular," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Umar Kaderi di Sampit, Selasa.

Baca Juga

Umar mengatakan, pekan ketiga dan keempat Juni ini memang terjadi kenaikan kasus Covid-19. Berdasarkan data mingguan, terjadi kenaikan sekitar 35 persen. Meski sebagian besar pasien menjalani isolasi mandiri, namun jumlah pasien bergejala yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit juga meningkat.

Bahkan saat ini BOR (Bed Occupancy Ratio) atau tingkat hunian tempat tidur sudah mencapai 60 persen.Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang harus dirawat, pihak RSUD dr Murjani menambah tempat tidur dari 96 bed menjadi 128 bed.

Selain itu, Klinik Islamic Center (KIC) juga akan dibuka kembali untuk mengantisipasi terus bertambahnya penderita Covid-19 bergejala yang harus dirawat."Hari ini KIC mulai dibersihkan, minggu depan sudah bisa dioperasionalkan. Rumah Sakit Pratama Samuda dan Rumah Sakit Pratama Parenggean juga akan disiapkan. Ini sebagai antisipasi," kata Umar.

Penambahan tempat tidur di rumah sakit dan pembukaan Klinik Islamic Center membawa konsekuensi penambahan tenaga kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga tersebut, Dinas Kesehatan menyiasatinya dengan memperbantukan tenaga dari Puskesmas.Kondisi saat ini diakui membuat tenaga kesehatan harus bekerja keras.

Selain melayani penderita Covid-19 dan pasien lainnya, saat ini kegiatan juga terfokus untuk optimalisasi vaksinasi massal Covid-19 serta memantau pasien yang menjalani isolasi mandiri.Tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 harus menjalani isolasi mandiri.

Kondisi ini otomatis membuat jumlah tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan untuk sementara ini jadi berkurang."Alhamdulillah tenaga kesehatan sudah dua kali divaksin, alhamdulillah gejalanya ringan. Ini risiko pekerjaan. Kami hadapi. Kami tidak boleh kalah karena masyarakat harus diselamatkan dan pelayanan tidak boleh terganggu," ujar Umar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement