Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Sulit Berkomunikasi Saat Pakai Masker? Ikuti Tips Ini

Selasa 29 Jun 2021 19:36 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Saat memakai masker, komunikasi terkadang berjalan tidak mulus (ilustrasi).

Saat memakai masker, komunikasi terkadang berjalan tidak mulus (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Bicaralah 10 persen lebih kencang dan 10 persen lebih lambat saat mengenakan masker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat seseorang menggunakan masker, komunikasi dengan lawan bicara terkadang tak berjalan semulus seperti biasanya. Apalagi jika ditambah faceshield dan adanya jaga jarak, bukan tidak mungkin komunikasi menjadi bertambah buruk.

Masker menambah tantangan komunikasi bagi orang-orang dengan gangguan pendengaran yang sudah ada sebelumnya. Lebih dari 19 persen orang Kanada berusia 20 hingga 79 tahun telah mengukur gangguan pendengaran setidaknya pada satu telinga. Masker juga menciptakan tantangan baru bagi orang-orang yang memiliki kemampuan mendengar normal.

"Ini hampir terasa seperti masalah bersama sekarang," kata dr Lorienne Jenstad, audiolog dari UBC School of Audiology and Speech Sciences seperti dikutip dari laman Beyond, Selasa (29/6).

Jenstad dan koleganya di UBC, dr Brenda Poon, berbagi tips bagi orang-orang yang kesulitan berkomunikasi ketika memakai masker. Berikut beberapa di antaranya yang bisa Anda ikuti: 

1. Menggunakan mata

Ketika dua pertiga wajah Anda tertutup dengan masker, satu-satunya isyarat wajah yang tersisa adalah mata dan alis. "Lakukan sedikit berlebihan dengan sepertiga bagian atas wajah Anda," kata Jenstad. 

Jika membuat senyum lebar di balik masker, Anda masih bisa melihat mata berkerut sehingga memberi orang beberapa isyarat.

2. Bicaralah 10 persen lebih keras dan 10 persen lebih lambat

Orang cenderung berteriak atau berbicara sangat lambat kepada orang lain yang jelas-jelas mengalami kesulitan mendengarnya. Itu tidak membantu, karena mendistorsi suara dan mengirimkan pesan yang campur aduk. Berusahalah lebih keras untuk meninggikan suara dan berbicara dengan lebih jelas.

3. Bergiliran

Di aplikasi Zoom, orang sudah terbiasa diam saat orang lain berbicara. Saat bertemu langsung, Anda perlu ingat untuk tidak berbicara satu sama lain secara berbarengan. 

4. Gunakan teks

Sebagian besar ponsel cerdas memiliki aplikasi pencatat. Anda dapat mendikte pesan, mengubahnya menjadi teks, dan menunjukkan ponsel Anda kepada orang lain untuk memperjelas pemikiran Anda. 

Poon merekomendasikan strategi ini kepada orang-orang yang mengalami gangguan pendengaran, dengan peringatan bahwa 

Anda mungkin harus melatih aplikasi untuk mengenali suara Anda melalui masker. 

Berkomunikasi melalui teks dapat sangat berguna dalam situasi stres dan berisiko tinggi seperti konsultasi medis. “Anda juga bisa pergi ke sekolah lama dengan pena dan kertas. Jika itu pesan yang benar-benar penting, tulislah sehingga Anda tahu bahwa itu dipahami," ujar Jenstad. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA