Selasa 29 Jun 2021 18:48 WIB

'Kita Harus Waspada, Jangan Sampai Anak-Anak Terpapar Covid'

Sebaiknya anak-anak dijaukan bermain di tempat umum yang bisa memicu penularan Covid.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi Kasus Covid-19 Tinggi
Foto: republika
Ilustrasi Kasus Covid-19 Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Tingginya tingkat penyebaran Covid-19 terhadap anak-anak dan balita membuat para orang tua wajib ekstra waspada. Para orang tua pun diajak untuk menjaga anak-anak mereka dari paparan Covid-19 dengan tidak membiarkan bermain di arena permainan umum yang bisa memicu penularan Covid-19 kepada anak-anak.

Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengatakan paparan Covid-19 saat ini dilaporkan menyerang ratusan anak di DKI Jakarta. Bahkan, sudah mulai banyak anak-anak yang juga dirawat di Wisma Atlet, Kemayoran. Kondisi tersebut, mesti dijadikan sebagai bentuk kewaspadaan.

"Kita harus waspadai, jangan sampai anak-anak Indramayu terpapar Covid-19," tegas Nina, Rabu (23/6).

Untuk saat ini Nina mengimbau agar anak-anak menghindari arena permainan umum, seperti kolam renang bola, permainan anak di pasar malam, maupun pertunjukan Singadepok. Pasalnya, kondisi tersebut dikhawatirkan bisa memicu penularan Covid-19 kepada anak-anak.

Nina mengatakan, pemerintah selama ini menetapkan pembelajaran secara daring dengan maksud menghindari penyebaran Covid-19 kepada anak-anak. Namun, jika di sisi lain anak-anak tetap bebas bermain di luar, maka penularan Covid-19 kepada mereka dikhawatirkan tetap terjadi.

"Semoga anak-anak di Indramayu tidak terpapar Covid-19," kata Nina.

Nina pun akan mempertimbangkan kembali pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada awal tahhun ajaran baru 2021/2022. Pasalnya, kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan lonjakan.

"Sepertinya kalau (kasus Covid-19) meningkat terus, untuk sementara tidaklah. Kalau saya ya. Tapi nanti kita evaluasi kembali," cetus Nina.

Nina mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah berencana melaksanaan PTM terbatas pada awal tahun ajaran baru ini. Untuk itu, vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidik terus digenjot. Namun dengan melonjaknya kasus Covid-19 seperti sekarang, maka rencana itu akan dievaluasi kembali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement