Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

LIB Berharap Liga 1 Bisa Kick-off 23 atau 30 Juli

Selasa 29 Jun 2021 18:24 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Suasana pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga 1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi berharap Liga 1 2021/2022 bisa kick-off pada 23 atau 30 Juli 2021.

Suasana pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga 1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi berharap Liga 1 2021/2022 bisa kick-off pada 23 atau 30 Juli 2021.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Liga 1 2021/2022 ditunda karena pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kompetisi sepak bola nasional Liga 1 2021/2022 resmi ditunda hingga akhir bulan depan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) menargetkan kick-off Liga 1 bisa dilaksanakan pada 23 atau 30 Juli mendatang. 

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menyatakan dukungannya terhadap arahan Satgas Covid-19 yang memberi instruksi tentang penundaan Liga 1 yang sebelumnya direncanakan mulai bergulir pada 9 Juli 2021. 

Baca Juga

Sebagai operator kompetisi sepakbola nasional, Sudjarno menegaskan pihaknya mengedepankan rasa empati dan tanggungjawab terhadap penanganan virus corona yang belum terkendali hingga saat ini. 

"Tentunya harapan kami di bulan Juli nanti bisa kick-off tanggal 23 atau 30 Juli. Kami harus bersama dengan pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19," kata Sudjarno kepada wartawan, Selasa (29/6). 

Sementara, Sekjen PSSI Yunus Nusi menyampaikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kompetisi bisa berjalan dalam waktu dekat. 

PSSI menyampaikan, akan tetap berada di sisi pemerintah dalam menjalankan program penanganan Covid-19 di Indonesia. 

"Kami meminta PT LIB untuk membuat format surat kepada Mabes Polri, BNPB, dan Kemenkes. PSSI akan berkoordinasi dengan PT LIB tentang apa-apa saja yang dibutuhkan," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA