Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Xi Jinping Minta Anggota Partai Komunis China Jaga Loyalitas

Selasa 29 Jun 2021 17:52 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden China Xi Jinping.

Presiden China Xi Jinping.

Foto: AP/Xie Huanchi/Xinhua
Partai Komunis China, memiliki 91,9 juta anggota pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden China Xi Jinping pada Selasa (29/6) mendesak anggota Partai Komunis China untuk tetap setia dan terus melayani rakyat. Hal ini diungkapkan Xi, saat ia memberikan medali kehormatan kepada 29 anggota sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-100 partai yang berkuasa tersebut.

"Semua anggota harus menjaga kesetiaan dan cinta untuk partai dan orang-orang yang dekat di hati, mengubahnya menjadi tindakan, mendedikasikan segalanya, bahkan hidup Anda yang berharga, untuk partai dan rakyat," ujar Xi.

Upacara penghargaan medali berlangsung di Aula Besar Rakyat Beijing. Upacara berlangsung dengan meriah dan disiarkan langsung di televisi nasional. Partai Komunis China akan menandai hari ulang tahunnya yang ke-100 pada Kamis (30/6) esok.

Partai Komunis China memberikan medali kepada orang-orang yang memiliki kontribusi luar biasa kepada partai. Di antara penerima medali termasuk tentara, pekerja masyarakat dan profesional di bidang seni dan sains. "Medali 1 Juli", diumumkan pada 2017. Medali diberikan untuk pertama kalinya pada Selasa, sebagai bagian dari upaya Xi untuk memberikan citra positif dari salah satu partai politik paling kuat di dunia.

Partai Komunis China, memiliki 91,9 juta anggota pada 2019 atau 6,6 persen dari populasi China. Partai tersebut telah memerintah negara itu sejak 1949.

Partai Komunis China menggelar pertunjukan gala pada Senin (28/6) malam di Stadion Nasional. Para pemimpin partai dan diplomat asing menyaksikan pertunjukan ekstravaganza dari lagu, tarian, dan teater yang memuji partai tersebut. Bagian gelap dalam sejarah partai, termasuk kelaparan di akhir 1950-an, Revolusi Kebudayaan pada 1960-an dan penumpasan Lapangan Tiananmen 1989, dihilangkan dari pertunjukan.

Dalam acara puncak pergelaran tersebut, para penonton menyanyikan lagu "Tanpa Partai Komunis, Tidak Akan Ada China Baru". Mereka juga disuguhkan oleh pertunjukkam kembang api selama lima menit.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA