Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Mengapa Silwan Jadi Tempat Protes Warga Palestina?

Selasa 29 Jun 2021 07:31 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Mengapa Silwan Jadi Tempat Protes Warga Palestina? Pandangan umum lingkungan Palestina di Silwan di Yerusalem timur, terlihat pada hari Rabu, 1 Juli 2020. Para pemimpin Israel melukiskan Yerusalem sebagai model koeksistensi, ibu kota orang Yahudi yang bersatu, abadi, di mana kaum minoritas memiliki hak yang sama. Tetapi warga Palestina menghadapi diskriminasi yang meluas, sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak yang hidup dalam ketakutan akan dipaksa keluar.

Mengapa Silwan Jadi Tempat Protes Warga Palestina? Pandangan umum lingkungan Palestina di Silwan di Yerusalem timur, terlihat pada hari Rabu, 1 Juli 2020. Para pemimpin Israel melukiskan Yerusalem sebagai model koeksistensi, ibu kota orang Yahudi yang bersatu, abadi, di mana kaum minoritas memiliki hak yang sama. Tetapi warga Palestina menghadapi diskriminasi yang meluas, sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak yang hidup dalam ketakutan akan dipaksa keluar.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Warga Palestina di Silwan menghancurkan rumah dan toko mereka sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Warga Palestina di Distrik Silwan, Yerusalem Timur menghancurkan rumah dan toko mereka sendiri. Video yang tersebar luas di media sosial memperlihatkan para pemuda meruntuhkan tembok sementara anak-anak bermain dengan puing-puing di lingkungan yang diduduki Israel.

Ahad lalu merupakan batas waktu yang ditetapkan oleh pengadilan Israel untuk pembongkaran rumah 13 keluarga Palestina. Pihak Israel mengumumkan rumah tersebut ilegal dan meminta pemilik Palestina segera meninggalkan agar ditempati oleh pemukim Yahudi.

Baca Juga

Apa yang mendorong pembongkaran rumah?

Jika warga Palestina tidak menghancurkan rumah mereka sendiri, pemerintah Israel akan merobohkannya dan menagih denda sekitar enam ribu dolar Amerika. Kejadian ini tentu bukan pertama kali yang terjadi pada warga Palestina. Di masa lalu, pemerintah Israel telah menundukkan beberapa keluarga Palestina di daerah yang diduduki dengan aturan serupa.

Meskipun perintah pembongkaran saat ini memengaruhi 13 keluarga di Silwan, warga yang tinggal di sana merasa rentan akan mengalami nasib yang sama. Setidaknya ada 119 keluarga yang tinggal di 88 bangunan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA