Selasa 29 Jun 2021 07:00 WIB

Walkot Minta Toa Masjid Digunakan untuk Kampanyekan Prokes

Wali Kota Surabaya bertemu Kapolrestabes membahas prokes di permukiman padat.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Foto: Humas Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota (Walkot) Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Jhonny Edison Isir guna merumuskan formula penanganan Covid-19 di lingkup perkampungan padat penduduk di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/6).

Eri pun menginstruksikan kepala dinas, camat, hingga lurah untuk lebih getol menyampaikan kepada warga terkait pentingnya penerapan potokol kesehatan (prokes). Agar instruksi tersebut dijalankan, Eri menyiapkan kendaraan operasional untuk berkeliling ke kampung-kampung menyerukan disiplin prokes.

"Mobil-mobil itu jangan sampai berhenti, harus terus berkeliling menyerukan prokes ke masyarakat, agar mereka selalu ingat,” kata Eri di Kota Surabaya, Senin.

Eri juga ingin setiap rumah ibadah, terutama masjid dan mushola mengambil peran dalam membantu mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan melalui pengeras suara yang tersedia. Pengumuman tersebut, kata Eri, bisa disuarakan setiap menjelang dan sesudah sholat.

"Kita minta untuk setiap pengurus masjid mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prokes sebelum dan sesudah sholat,” ujar pengganti Tri Rismaharini tersebut.

Selain itu, Eri meminta agar setiap kampung dilakukan penyemprotan disinfektan minimal satu kali sehari. Apabila di satu kampung terdapat kasus positif, sambung dia, akan dilakukan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut.

Guna memasifkan upaya preventif, pihaknya bakal mengerahkan mobil pemadam kebakaran di wilayah perkampungan untuk melakukan penyemprotan disinfektan. "Kita kerahkan semua mobil penyemprot disinfektan yang kita punya,” kata Eri.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya bakal menerapkan pembatasan mobilitas ketika di satu wilayah terdapat minimal dua kasus positif Covid-19. Sedangkan warga yang tinggal di kampung tersebut, akan dilakukan swab massal.

Bagi warga yang hasil tesnya negatif akan dilakukan vaksin jika belum. Namun, jika hasil tes warga itu positif, akan langsung ditangani dan diisolasi.

Eri juga menginstruksikan camat dan lurah untuk membangkitkan kembali Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. "Apabila hal ini tidak kita lakukan, maka dampaknya akan kita rasakan dalam kurun waktu bulanan bahkan tahunan,” kata politikus PDIP itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement