Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Balai Kota Bandung dan Kantor Dinas Lockdown Hingga 5 Juli

Senin 28 Jun 2021 18:56 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bayu Hermawan

Walikota Bandung Oded M Danial

Walikota Bandung Oded M Danial

Foto: Humas Kota Bandung
Wali Kota menutup Balai Kota Bandung dan kantor dinas hingga 5 juli mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung, Oded M Danial, memutuskan kegiatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di Balai Kota Bandung dan kantor dinas lainnya dihentikan sementara atau lockdown terhitung Senin (28/6) hingga 5 Juli dan diberlakukan Work From Home (WFH). Kebijakan tersebut  dilakukan karena terjadi peningkatan signifikan kasus Covid-19.

"Perkantoran di lingkungan balai kota diberlakukan pembatasan kegiatan pada tempat kerja atau perkantoran melalui pengaturan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi seluruh ASN dan non-ASN dengan menutup sementara seluruh aktivitas di lingkungan Balai Kota Bandung," ujar Wali Kota Bandung yang tertuang dalam surat edaran.

Baca Juga

Oded memuturkan, pimpinan kepala dinas dan BUMD untuk segera memberlakukan WFH sebanyak 75 persen dari jumlah ASN dan Non ASN. Apabila jumlah ASN dan non ASN yang terpapar Covid-19 tinggi, maka WFH dapat dilakukan hingga 100 persen. dan menutup sementara aktivitas di lingkungan kerja masing-masing.

"Pada saat pengaturan WFH, agar melakukan langkah-langkah pengaturan strategis, efektif serta produktif dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam pelayanan publik," katanya.

Ia mengatakan, selama melaksanakan WFH, ASN dan non ASN Kota Bandung tidak boleh melakukan aktivitas di luar rumah selama jam kerja. Selain itu, seluruh ASN wajib melaporkan aktivitas kinerja dan kehadiran melalui E-RK.

"Surat edaran (WFH) ini mulai berlaku dari tanggal 28 Juni 2021 sampai dengan 5 Juli 2021 dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi pandemi Covid-19," ujarnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA