Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Inggris Ikuti Jerman dan Jepang Larang Bursa Kripto Binance

Senin 28 Jun 2021 13:37 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agus Yulianto

Konferensi dan acara pelatihan cryptocurrency (Ilustrasi)

Konferensi dan acara pelatihan cryptocurrency (Ilustrasi)

Foto: dokpri
Warga negara Inggris masih dapat mengakses layanan Binance di yurisdiksi lain.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Regulator keuangan Inggris melarang salah satu pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, melakukan aktivitasnya di Inggris. Financial Conduct Authority (FCA) mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang platform tersebut.

"Binance Markets Ltd tidak boleh, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari FCA, melakukan aktivitas apa pun yang diatur, dengan segera," kata FCA dalam pemberitahuan tertanggal 25 Juni 2021.

Surat pemberitahuan itu juga mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang Binance Markets dan grup Binance yang lebih luas. Binance mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa Binance Markets, yang diakuisisi pada tahun 2020, belum menggunakan izin peraturannya.

Mereka juga mengatakan, bahwa langkah FCA tidak akan memengaruhi layanan yang ditawarkan di situs webnya. Dalam pernyataan, Binance mengatakan, mereka mengambil pendekatan kolaboratif dalam bekerja dengan regulator dan menjalankan kewajiban kepatuhan dengan sangat serius.

"Kami secara aktif mengikuti perubahan kebijakan, aturan, dan undang-undang di ruang baru ini," kata seorang juru bicara dilansir Reuters.

Binance mengumumkan, pada bulan Juni tahun lalu bahwa mereka telah membeli entitas yang diatur oleh FCA dan akan menggunakannya untuk menawarkan layanan perdagangan cryptocurrency menggunakan pound dan euro. Meskipun perdagangan mata uang kripto tidak diatur secara langsung di Inggris, menawarkan layanan seperti perdagangan derivatif mata uang kripto memang memerlukan otorisasi.

FCA telah memberi tahu Binance bahwa pada 30 Juni mereka harus menampilkan pemberitahuan yang menyatakan Binance Markets Limited tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas apa pun di Inggris. Pemberitahuan harus disampaikan di situs web dan saluran media sosialnya.

Binance juga diharuskan mengamankan dan menyimpan semua catatan yang berkaitan dengan konsumen Inggris dan memberi tahu FCA sebelum 2 Juli. Regulator tidak menjelaskan, mengapa mereka mengambil tindakan ini. Sementara warga negara Inggris masih dapat mengakses layanan Binance di yurisdiksi lain.

FCA meningkatkan pengawasannya terhadap perdagangan cryptocurrency, yang popularitasnya melonjak di Inggris bersama dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Sejak Januari, FCA telah mewajibkan semua perusahaan yang menawarkan layanan terkait cryptocurrency untuk mendaftar dan menunjukkan bahwa mereka mematuhi aturan anti pencucian uang.

Awal bulan ini, FCA merilis hanya lima perusahaan yang telah mendaftar, dan mayoritas belum patuh. Regulator Jepang juga mengatakan pada 25 Juni bahwa Binance beroperasi di negara itu secara ilegal. Pada bulan April, regulator keuangan Jerman BaFin mengatakan, bursa tersebut berisiko didenda karena menawarkan token digital tanpa prospektus investor.

Bulan lalu, Bloomberg melaporkan, bahwa pejabat dari Departemen Kehakiman AS dan Internal Revenue Service yang menyelidiki pencucian uang dan pelanggaran pajak telah mencari informasi dari individu yang memiliki wawasan tentang bisnis Binance. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA