Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Dokumen Rahasia Inggris Ditemukan di Halte, Kok Bisa?

Senin 28 Jun 2021 06:48 WIB

Rep: lintar Satria/ Rizki Jaramaya/ Red: Nashih Nashrullah

Pemerintah Inggris menyelidiki temuan dokumen rahasia di halte. Ilustrasi bendera Inggris

Pemerintah Inggris menyelidiki temuan dokumen rahasia di halte. Ilustrasi bendera Inggris

Foto: Andi Rain/EPA-EFE
Pemerintah Inggris menyelidiki temuan dokumen rahasia di halte

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Dokumen rahasia Kementerian Pertahanan yang berisi rincian tentang kapal perang HMS Defender dan militer Inggris telah ditemukan di halte bus, di wilayah Kent.

Satu set dokumen yang ditemukan itu berisi tentang reaksi Rusia terhadap kapal HMS Defender yang masuk ke perairan Ukraina di lepas pantai Krimea pada Rabu lalu.

Baca Juga

Dalam dokumen rahasia itu juga diungkapkan rencana tentang kemungkinan kehadiran militer Inggris di Afghanistan, setelah operasi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) berakhir.

Pemerintah telah meluncurkan penyelidikan terkait penemuan dokumen tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan, seorang staf kementerian telah melaporkan hilangnya dokumen pertahanan sensitif. "Saya tidak ingin berkomentar lebih lanjut," ujar juru bicara itu, dilansir BBC News, Ahad (27/6).

Dokumen dengan tebal hampir 50 halaman itu ditemukan di tumpukan basah di belakang halte bus, di Kent pada Selasa (22/6) pagi. Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, menghubungi BBC ketika dia menyadari ada informasi sensitif dari dokumen tersebut.

BBC meyakini bahwa dokumen yang berisi email dan presentasi PowerPoint, berasal dari kantor seorang pejabat senior di Kementerian Pertahanan (MoD). Isi dokumen tersebut berkaitan dengan penjelasan kehadiran kapal perusak Tipe 45 Angkatan Laut Kerajaan, HMS Defender di perairan Ukraina. 

Dalam dokumen itu, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa misi HMS Defender yang melalui perairan teritorial Ukraina adalah sah. Kapal perang tersebut dilengkapi dengan senjata dan helikopter yang disimpan di hanggar kapal. Misi ini dilakukan dengan harapan  bahwa Rusia mungkin merespons secara agresif.

Pada Rabu lebih dari 20 pesawat Rusia dan dua kapal penjaga pantai membayangi kapal perang HMS Defender saat berlayar sekitar 19 km di lepas pantai Krimea. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sebuah kapal patroli melepaskan tembakan peringatan dan sebuah jet menjatuhkan bom di jalur perusak. Tetapi pemerintah Inggris menolak laporan ini, dan menyangkal tembakan peringatan dari Rusia.

Dokumen itu juga mencakup pembaruan kampanye ekspor senjata, termasuk pengamatan sensitif tentang area di mana Inggris mungkin bersaing dengan sekutu Eropa. 

Sementara itu, dalam dokumen tersebut ada catatan singkat untuk sesi Dialog Pertahanan Inggris-Amerika Serikat  termasuk pengamatan pada bulan-bulan pertama Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjabat. 

Dalam dokumen itu disebutkan, fokus awal pemerintahan Biden pada Cina dan Indo-Pasifik, menunjukkan masih ada banyak kesinambungan dari pemerintahan sebelumnya. 

"Kita harus menggunakan pertemuan itu untuk melihat seberapa banyak pemerintah siap untuk berbagi, atau apakah ambisinya untuk berkonsultasi lebih banyak dengan sekutu lebih benar pada prinsipnya daripada dalam praktiknya," tulis dokumen itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA