Senin 28 Jun 2021 05:31 WIB

Pemkab Gunung Kidul Belum Berencana Tutup Objek Wisata

Pelaku wisata di Gunung Kidul diminta lebih menggencarkan lagi protokol kesehatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum ada rencana menutup atau memberlakukan jam operasional objek wisata menyikapi adanya lonjakan tambahan kasus harian Covid-19 di wilayah tersebut. (Foto ilustrasi Pantai Baron)
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum ada rencana menutup atau memberlakukan jam operasional objek wisata menyikapi adanya lonjakan tambahan kasus harian Covid-19 di wilayah tersebut. (Foto ilustrasi Pantai Baron)

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum ada rencana menutup atau memberlakukan jam operasional objek wisata menyikapi adanya lonjakan tambahan kasus harian Covid-19 di wilayah tersebut. "Hingga saat ini, belum ada opsi penutupan objek wisata. Hal ini karena Gubernur DIY menyatakan belum akan menutup, begitu juga dengan bupati," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Ahad (27/6).

Ia mengatakan Pemkab Gunung Kidul sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan bupati dan jajarannya, hingga mitra asosiasi wisata di Gunung Kidul. Pertemuan membahas tentang aktivitas wisata ke depan.

Baca Juga

"Saat pertemuan tersebut, bupati meminta seluruh pelaku wisata lebih menggencarkan lagi protokol kesehatan. Sebab kunci utama pencegahan ada di sana. Bupati menyadari pentingnya protokol kesehatan ini, sehingga meminta lebih digencarkan lagi," katanya.

Sebelumnya, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengatakan Pemkab Gunung Kidul belum akan menutup wisata. Alasannya, belum ada wilayah wisata yang masuk zona merah jika mengambil indikator zonasi kerawanan tingkat mikro.

"Penegakan terhadap kepatuhan protokol kesehatan lebih ditingkatkan lagi. Khususnya di zona rawan hingga pada kegiatan sosial-budaya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement