Ahad 27 Jun 2021 05:03 WIB

Bos Mercedes Akui Red Bull Miliki Mobil yang Lebih Kencang

Pembalap Red Bull, Max Verstappen meraih pole position di GP Styria pekan ini.

Toto Wolff
Foto: AP/Mark Baker
Toto Wolff

REPUBLIKA.CO.ID, STYRIA -- Bos tim Mercedes Toto Wolff, di Grand Prix Styria pada Sabtu (26/6), mengakui Red Bull memiliki mobil balap yang lebih cepat. Red Bull merebut dua pole position di Styria dan Prancis, setelah dua pole diamankan Charles Leclerc untuk Ferrari di Monako dan Azerbaijan, dan tampil sebagai favorit juara di Red Bull Ring akhir pekan ini.

Max Verstappen, yang mengamankan pole untuk Red Bull di sirkuit kandangnya, mengantongi keunggulan 12 poin atas juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton setelah tujuh balapan. Sedangkan, Red Bull memuncaki klasemen konstruktor dengan berjarak 37 poin dari Mercedes.

Baca Juga

"Bukan rahasia, ada suatu tren. Mereka memiliki paket yang lebih kencang saat ini," kata Wolff, setelah babak kualifikasi, Sabtu.

"Kami perlu memanfaatkan alat dan kecerdasan kami untuk memahami mobil kami, setup, ban, dan apa yang diperlukan untuk digunakan dan kemudian kami tak boleh melakukan kesalahan," kata Wolff, menambahkan.

Wolff mengatakan, Mercedes saat ini akan terus fokus pengembangan mobil tahun depan. Perombakan besar-besaran regulasi akan diterapkan pada 2022 yang berpotensi mengubah hierarki tim kompetitor dan Mercedes ingin mengawali era baru itu dengan kuat.

"Kami terus berpegang pada prinsip kami untuk mengerahkan sumber daya kami untuk 2022, dengan semua konsekuensi yang bisa timbul pada 2021," kata Wolff.

Mercedes telah memenangi seluruh titel juara dunia sejak 2014, ketika era mesin turbo hybrid V6 dimulai, dan belum pernah kalah dalam empat balapan beruntun sejak 2013. Hamilton, yang bakal start dari P2 pada Ahad (27/6), mengatakan, Red Bull memiliki keunggulan sekitar seperempat detik dari laju mobil Mercedes.

"Saya rasa kami tidak memiliki bekal kecepatan untuk menyalip mereka, itu pasti, tapi kami mungkin bisa bertahan," kata Hamilton.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement