Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Satgas Minta Masyarakat Gunakan Masker Dobel

Sabtu 26 Jun 2021 17:35 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Warga membeli masker medis di penjual masker dadakan di Yogyakarta, Kamis (24/6). Menurut pedagang masker animo pembelian masker masyarakat meningkat sepekan terakhir. Atau sejak melonjaknya kasus positif Covid-19. Harga masker yang ditawarkan mulai Rp 9 ribu hingga Rp 35 ribu per boks.

Warga membeli masker medis di penjual masker dadakan di Yogyakarta, Kamis (24/6). Menurut pedagang masker animo pembelian masker masyarakat meningkat sepekan terakhir. Atau sejak melonjaknya kasus positif Covid-19. Harga masker yang ditawarkan mulai Rp 9 ribu hingga Rp 35 ribu per boks.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Masker dobel yaitu masker medis di dalam dan kain di luar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus Covid-19 di Tanah Air terus melonjak. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengajak masyarakat membiasakan diri memakai masker dobel jenis medis dan kain.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi, mengatakan, untuk menangani Covid-19 harus dilakukan di hulu yaitu mencegah jangan sampai terjadi penularan. "Untuk mencegah jangan sampai terjadi prnularan tuh banyak caranya. Yang utama protokol kesehatan 3M dilakukan, salah satunya memakai masker karena untuk melindungi," katanya saat mengisi konferensi virtual bertema “Dialog dan Diskusi Bahaya Penyebaran dan Penularan Covid-19 di Seputar Komunitas Kita”, Sabtu (26/6).

Ia merekomendasikan, masyarakat menggunakan double mask. Susunannya di bagian dalam masker medis, sementara masker yang ada di luar merupakan masker kain. Ia menjelaskan, dua masker berbahan berbeda ini digunakan karena masker kain memiliki kelebihan lebih rapat tetapi filtrasinya lebih rendah, sementara masker medis filtrasinya lebih bagus tapi kerapatannya lebih jelek.

"Jadi, masker bedah untuk filtrasi dan masker kain sangat baik untuk memperkecil kemungkinan celah bisa bisa dimasuki virus," ujarnya.

Tak hanya mengimbau, bahkan dia kini membiasakan memakai masker dobel. Ia mengingatkan, masker yang berkualitas sangat penting. Sehingga, semakin bagus masker yang dipakai dan berkualitas maskernya maka semakin tinggi proteksinya.

Ia juga mengingatkann, kalau hanya sekadar memakai masker dan tidak dirapatkan hidungnya, virus tetap bisa masuk. Kemungkinan semakin bertambah jika maskernya ditempatkan di bawah hidung.

"Tetapi banyak orang tidak paham. Ya, itu kan pilihan hidup," katanya.

Menurutnya, masker bisa mencegah penularan virus, termasuk mutasi virus yang macam-macam, termasuk Alfa B117 dari Inggris, varian Beta B1351 dari Afrika Selatan, varian Gama dari Brasil, varian Delta dari India. Menurutnya, semua varian itu berasal dari varian yang sama SARS-CoV2 dengan materi genetik 98 persen sama persis, cara penularannya sama persis melalui droplet dan aerosol yang keluar dari saluran pernapasan atau dari rongga mulut manusia.

Begitu juga varian Delta yang ditularkan dari aerosol yang bisa bertahan dan melayang-layang di udara agak lama. Terkait masker yang disebut membuat sesak napas ia membantahnya dan mengatakan itu hanya psikologis. Sonny juga mengatakan, kalau masker tidak membuat saturasi oksigen turun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA