Hujan Penalti Warnai Euro 2020, Ketua Wasit UEFA Bela VAR

Red: Bayu Hermawan

Cristiano Ronaldo (tengah) dari Portugal mencetak gol pembuka dari titik penalti pada pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Prancis di Budapest, Hongaria, 23 Juni 2021.
Cristiano Ronaldo (tengah) dari Portugal mencetak gol pembuka dari titik penalti pada pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Prancis di Budapest, Hongaria, 23 Juni 2021. Foto: EPA-EFE/Franck Fife
Ketua Wasit UEFA bela VAR ditengah sorotan banyaknya penalti di Euro 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Wasit UEFA, Roberto Rosetti, membela penggunaan teknologi VAR di tengah banyaknya hadiah tendangan penalti yang mewarnai Euro 2020. Selama fase penyisihan grup Euro 2020, tercatat ada 14 tendangan penalti sudah dihadiahkan wasit. Jumlah ini lebih banyak dibanding dibandingkan sepanjang turnamen edisi sebelumnya.

"Yang pasti keputusan akurat lebih banyak, karena sebelum proyek VAR ada begitu banyak pelanggaran di dalam kotak penalti yang luput dari pengamatan wasit," kata Rosetti dilansir Reuters, Jumat (26/6)

Baca Juga

"Sekarang tidak mungkin kami luput misalnya melihat ada injakan kaki di dalam kotak penalti dan VAR memudahkan peninjauan," ujarnya menambahkan.

Injakan ke kaki, kata Rosetti, kerap berujung jadi hukuman sepanjang turnamen dan memang pelanggaran tetapi mantan wasit Liga Italia itu menyatakan perlunya standard lebih tinggi untuk menghadiahkan tendangan penalti. "Tendangan penalti adalah sesuatu yang penting dan serius dalam sepak bola, kami tidak menyukai penalti yang lunak, kami ingin penalti yang jelas, tindakan dan pelanggaran yang jelas dari bek," katanya.

Rosetti mencontohkan putusan non-penalti ketika kaki Raheem Sterling sedikit diinjak dalam laga Inggris vs Skotlandia adalah tindakan tidak menghukum kontak marjinal atau ringan. Ia juga memuji bahwa penggunaan VAR sepanjang turnamen, yang oleh UEFA sudah dinyatakan lebih cepat dalam mengambil keputusan dan tidak terlalu mengganggu dibandingkan kompetisi lain.

"Kami tahu kekuatan proyek ini, tetapi juga batasannya. Ini bukan proyek mudah dan kami tahu apa yang terjadi di beberapa negara ada penggunaan keliru dari proyek ini," katanya, sembari membubuhkan bahwa sistem ini membutuhkan 'pilot yang handal dan ahli'.

Salah satu inovasi dalam Euro 2020 adalah penambahan petugas VAR yang khusus untuk memantau dugaan offside dan menurut UEFA itu sudah membantu percepatan pengambilan keputusan. Sejauh ini sistem ini telah menggambil 12 keputusan tepat --tujuh di antaranya secara langsung oleh VAR dan lima lainnya melalui tinjauan di monitor tepi lapangan,  dan telah melakukan 179 peninajauan VAR.

UEFA menyatakan bahwa keputusan di lapangan 91,6 persen adalah benar. "Kami perlu menemukan titik keseimbangan yang tepat, targetnya adalah menjaga sepak bola seperti apa adanya, kami tidak bisa, tidak dapat menerima, untuk meningkatkan, mempelajari setiap kontak-kotan kecil di dalam kotak penalti," ujar Rosetti.

"Hukum permainan ini jelas. Kami ingin meminimalisir gangguan untuk keuntungan maksimal. Kami ingin mengintervensi kesalahan-kesalahan yang jelas dan nyata," tutupnya.

Terkait


Bintang Sepabola Prancis, Paul Pogba singkirkan minuman beralkohol, yakni bir Heikenen, dari meja jumpa pers Euro 2020.

Ofisial Euro 2020 Hormati Pemain Muslim Soal Sponsor Minuman

Belgia tidak hanya akan fokus mengawal pergerakan Ronaldo. Ilustrasi tim Belgia

Belgia Percaya Diri Jelang Laga Lawan Portugal   

Bintang timnas Wales Gareth Bale vs bintang timnas Denmark Pierre-Emile Hojbjerg (kanan).

Infografis Wales Vs Denmark: Duel Kuda Hitam

Pemain Belanda Daley Blind (kiri).

Daley Blind Ingatkan Belanda tidak Boleh Anggap Remeh Ceko

Penyerang Spanyol Alvaro Morata

Tampil tak Meyakinkan Selama Euro, Keluarga Morata Dikecam

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image