Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Tips Menyiasati Kebutuhan Tambahan Saat Pandemi

Jumat 25 Jun 2021 23:08 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Membuat catatan keuangan. ilustrasi

Membuat catatan keuangan. ilustrasi

Foto: www.freepik.com
Dari segi finansial, pandemi membuat roda ekonomi menjadi melambat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 melahirkan kondisi yang serba tak pasti. Kita perlu berjaga-jaga baik dari segi kesehatan maupun dari segi finansial. 

Dari segi finansial, pandemi membuat roda ekonomi menjadi melambat. Akibatnya, tak jarang perusahaan harus membuat keputusan pahit seperti memotong gaji pegawai, menunda pembayaran gaji pegawai, atau bahkan merumahkan dan memutus hubungan pegawai. Hal ini membuat pos-pos pengeluaran di masing-masing rumah tangga pun harus diakali. 

Baca Juga

Menurut perencana keuangan dari Oneshildt, Agustina Fitria, menghadapi kondisi pandemi yang serba tak menentu ini, kita perlu memindahkan beberapa pos yang tidak diperlukan kepada pos-pos yang saat ini dibutuhkan seperti pos kesehatan. 

“Pertama, identifikasi pos-pos yang memang menurun saat pandemi merebak. Contohnya, pada saat pandemi, kita diminta untuk bekerja dari rumah. Biaya untuk transportasi ke kantor akan berkurang, sehingga pos itu bisa dikompensasi ke pengeluaran yang meningkat,” ungkap Fitria kepada Republika.co.id. 

Contoh pos lain yang menurun adalah pos transportasi anak ke sekolah. Di masa pandemi, anak-anak masih belum diperbolehkan untuk belajar tatap muka. Pos tersebut bisa dialokasikan kepada pos berbelanja kesehatan seperti belanja cairan sanitasi atau masker yang aman dan melindungi. 

Selanjutnya, Fitria menyarankan untuk berbelanja barang-barang yang menjadi kebutuhan kesehatan dan kebersihan dalam jumlah yang besar. Sebab, biasanya, beberapa barang itu memiliki harga yang lebih murah jika dibeli dengan jumlah yang banyak. 

“Atau berbelanja di tempat-tempat perbelanjaan yang bisa memberikan harga khusus kalau kita membeli dalam jumlah banyak,” jelas Fitria. 

Dia pun tak memungkiri, kebutuhan berbelanja kebersihan menjadi lebih banyak dan lebih sering dibandingkan pada saat sebelum pandemi. Misalnya, deterjen pakaian akan lebih cepat habis karena frekuensi mencuci baju yang sangat cepat atau shampoo juga akan lebih cepat habis karena frekuensi keramas yang cukup sering. 

Oleh sebab itu, langkah ketiga adalah dengan mencari produk kebutuhan alternatif yang lebih murah daripada produk-produk kebersihan yang biasanya kita pakai. Misalnya, kebutuhan shampoo atau sabun pun bisa diganti dengan harga yang lebih murah, namun memiliki kualitas yang tak jauh berbeda dari produk yang kita pakai sebelumnya. 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA