Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

TPNPB-OPM Kembali Ancam Tembak Mati Pekerja Asal Luar Papua

Jumat 25 Jun 2021 19:56 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom.

Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom.

Foto: Dok pribadi
KKB pimpinan Tendius Gwijangge menyerang dan membunuh lima pekerja bangunan PT Sinama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali memberikan peringatan keras terhadap pekerja asal luar Papua untuk meninggalkan Bumi Cendrawasih. Ancaman tampaknya bukan omong kosong, karena terakhir sejumlah pekerja bangunan di Kampung Bingky, Kabupaten Yahukimo, diserang dan ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Tendius Gwijangge alias tendinus Murib.

"Melihat situasi Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya dan Ndugama, maka kami dari Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Peringatan Tegas kepada semua orang Imigran Indonesia yang mencari makan di negeri milik bangsa Papua agar segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata," tegas Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, saat dikonfirmasi, Jumat (25/6).

Sebby juga menegaskan, siapapun yang tidak mengindahkan maklumat tersebut, maka pasukan TPNPB siap tembak mati. Artinya, masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan pimpinan dan manajemen markas pusat KOMNAS TPNPB, maka resiko silakan tanggung sendiri. 

Dia mengaku, pihaknya terpaksa mengeluarkan peringatan keras tersebut. "Ingat bahwa peringatan ini terpaksa harus kami keluarkan, karena Jikalau anda tidak mengindahkan maka Pasukan TPNPB siap tembak mati," kata Sebby.

Sebelumnya, KKB pimpinan Tendius Gwijangge alias tendinus Murib melakukan penyerangan dan membunuh lima pekerja bangunan PT Sinama di Kampung Bingky, Kabupaten Yahukimo, Kamis (24/6) kemarin. Selain mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka, KKB juga melakukan penyanderaan.

"Dalam kasus ini empat orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka. Untuk korban luka telah dibawa oleh masyarakat guna mendapatkan perawatan medis. Sementara untuk empat orang yang disandera oleh KKB masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ujar Musthofa saat dikonfirmasi, Jumat (25/6).

Menurut Musthofa, empat korban meninggal adalah Suardi, Sudarto, Idin dan Saiful. Untuk korban luka-luka bernama Obaja Nang mengalami luka tembak pada bagian paha. Sementara untuk korban sandera masih dilakukan pengecekan. Saat ini tim gabungan TNI-Polri sudah berangkat untuk melakukan olah TKP, dan mengevakuasi korban.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA