Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Puluhan Warga Cianjur Terpapar Covid dari Klaster Pengungsi

Kamis 24 Jun 2021 23:49 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Jalan desa di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur longsor (ilustrasi). Puluhan warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, positif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat dan usap terpapar setelah kedatangan pengungsi dari Desa Cibokor yang masuk dalam klaster pengungsi.

Jalan desa di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur longsor (ilustrasi). Puluhan warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, positif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat dan usap terpapar setelah kedatangan pengungsi dari Desa Cibokor yang masuk dalam klaster pengungsi.

Foto: istimewa
Kades Girimukti Cianjur menyebut ada empat pengungsi kabur dari pengungsian

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Puluhan warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, positif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat dan usap terpapar setelah kedatangan pengungsi dari Desa Cibokor yang masuk dalam klaster pengungsi.

Kepala Desa Girimukti, Dadan Supardan saat dihubungi Kamis, mengatakan terungkapnya warga terpapar virus berbahaya tersebut, setelah seorang warga mengeluhkan kehilangan indra penciuman dan perasa, sebelumnya warga tersebut mendapat tamu dari Desa Cibokor."Kami bersama gugus tugas langsung melakukan tes cepat dan usap terhadap warga tersebut dan hasilnya positif, kami melakukan penelusuran dan didapati 20 orang warga mengalami ha yang sama, sehingga langsung dilakukan isolasi mandiri," katanya.

Ia menjelaskan, warga Cibokor yang datang ke rumah warga Desa Girimukti, masuk dalam daftar klaster pengungsi yang kabur dari isolasi, sehingga mendatangi sanak saudaranya dan menularkan COVID-19. Pihaknya langsung melakukan pembatasan kegiatan lokal untuk warga di satu desa.

"Kami bersama petugas, memberikan pelayan kesehatan dan kebutuhan warga selama menjalani isolasi. Imbauan terus digencarkan agar warga mematuhi prokes dan menjalankan isolasi hingga dinyatakan sembuh atau negatif," katanya.

Sementara Camat Campaka Insanuddin Lingga, mengatakan empat orang warga Desa Cibokor yang masuk dalam klaster pengungsi, kabur dari isolasi dan mendatangi kerabatnya di Desa Girimukti, sehingga menularkan virus berbahaya tersebut ke 20 orang warga."Informasi yang kami dapat warga Cibokor yang menolak isolasi di madrasah milik pesantren melarikan diri ke rumah kerabatnya di Girimukti dan menularkan COVID-19, sehingga kami akan berkoordinasi dengan Camat Cibeber untuk memperketat kegiatan warga terutama yang terpapar," katanya.

Ia menambahkan, letak Desa Cibokor dan Girimukti, hanya terpisah aliran sungai yang dapat dilalui warga dengan mudah. Namun untuk saat ini, petugas gabungan dari dua kecamatan memperketat pengawasan agar tidak kembali terjadi penularan virus berbahaya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA