Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Varian Delta Bisa Menyebar Hanya dengan Kontak Singkat

Jumat 25 Jun 2021 00:55 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Pakar kesehatan memperingatkan varian Delta dari virus penyebab Covid 19 berbahaya karena dapat menyebar hanya dengan kontak singkat.

Pakar kesehatan memperingatkan varian Delta dari virus penyebab Covid 19 berbahaya karena dapat menyebar hanya dengan kontak singkat.

Foto: EPA/CDC
Infeksi virus bisa terjadi hanya dengan kontak singkat dari yang terinfeksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan memperingatkan varian Delta dari virus penyebab Covid 19 berbahaya karena dapat menyebar hanya dengan kontak singkat. Seperti dilansir dari laman News Abs- Cbn, Kamis (24/6), Dr Edsel Salvaña, pakar penyakit menular yang juga memberi nasihat kepada pemerintah tentang Covid 19, mengatakan, varian Delta, yang berasal dari India, dilaporkan sekitar 4 kali lebih menular daripada virus asli dari Wuhan, dan dua kali lebih menular daripada varian Inggris.

"Itu juga tampaknya membuat orang lebih sakit dan juga orang yang lebih muda menjadi lebih sakit," katanya.

Hal yang menakutkan adalah apa yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan di Australia, yakni hanya perlu kontak singkat dengan orang yang terinfeksi agar orang lain terinfeksi. Para ahli telah menyatakan Covid 19 dapat tertular setelah 15 menit kontak dekat dengan individu yang terinfeksi, tapi varian baru ini tampaknya berbeda.

"Ini adalah kontak singkat. Artinya, Anda benar-benar harus melindungi diri sendiri setiap saat, jika tidak, ini akan menjadi tidak terkendali," kata Salvaña.

Dia mencatat pada awal pandemi, arahan untuk memakai masker hanya jika ada yang menunjukkan gejala seperti batuk dan demam. Ini karena belum ada bukti penularan tanpa gejala. Salvaña juga mengatakan, sementara ada 17 kasus varian Delta yang dilaporkan di antara orang Filipina yang kembali ke luar negeri.

"Hanya perlu satu untuk melihat lonjakan lain dan itu bisa pada tingkat apa yang terjadi di India. Kita tahu banyak orang meninggal. Ini harus menjadi pendekatan seluruh bangsa. Satu orang bisa menyelamatkan kita atau satu orang bisa celaka karena kita," katanya.

Varian Delta menyebabkan gelombang bencana kasus virus corona di India yang membanjiri sistem perawatan kesehatannya. Ini dengan cepat menjadi varian penyakit yang dominan secara global.

Pada bulan Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai "varian yang menjadi perhatian" dengan alasan tingkat penularannya yang tinggi. Filipina melarang pelancong dari India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Uni Emirat Arab, dan Oman bulan ini karena bertujuan untuk mencegah varian COVID-19 ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA