Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Sejumlah Manfaat Berjalan Cepat Secara Rutin

Jumat 25 Jun 2021 00:35 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nora Azizah

Jalan cepat bermanfaat bagi penderita stroke hingga hilangkan stres.

Jalan cepat bermanfaat bagi penderita stroke hingga hilangkan stres.

Foto: www.freepik.com.
Jalan cepat bermanfaat bagi penderita stroke hingga hilangkan stres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dibanding dengan jenis olahraga lainnya, berjalan kaki mungkin menjadi olahraga yang mudah dan murah karena tidak memerlukan peralatan atau perlengkapan apapun. Salah satu studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Rehabilitation menemukan bahwa penderita stroke yang rutin berjalan cepat sambil melakukan kegiatan lain seperti berbicara, mampu pulih lebih cepat dan dapat mengembalikan kinerja kognitif mereka.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Journal of Happiness Studies, menemukan bahwa pejalan kaki yang menggunakan pikiran empatik terhadap orang asing, seperti mengharapkan kebahagiaan orang yang dilihatnya, akan mengurangi tingkat stres mereka. Hal itu juga membuat mereka menjadi lebih bahagia.

Baca Juga

Adapun resiko yang mengintai mereka yang enggan berolahraga, terutama berjalan kaki adalah penyakit Arteri Perifer (PAD), penyempitan arteri yang akan menghambat aliran darah ke seluruh anggota tubuh. Menurut Mayo Clinic, penderita PAD akan mengalami gejala nyeri pada kaki saat berjalan, disebabkan kurangnya aliran darah pada bagian kaki. Gejala lebih lanjut termasuk mati rasa, dingin pada ekstremitas, nyeri, dan bahkan disfungsi ereksi pada pria.

Dalam studi baru yang dilakukan selama setahun penuh, para peneliti mencari cara bagaimana berjalan dapat membantu meredakan ketidaknyamanan yang terkait dengan PAD. Dalam penelitian itu, tim peneliti merekrut 305 penderita PAD dan meminta mereka melakukan tes berjalan sejauh yang mereka bisa dalam enam menit.

Kemudian penulis penelitian menugaskan mereka ke salah satu dari dua kelompok, penderita berintensitas rendah dan yang berintensitas tinggi. Selama setahun penuh, kedua kelompok jalan kaki itu berjalan lebih dari 50 menit setiap hari selama 5 hari per minggu.

Mengingat rasa sakit yang terkait dengan PAD, pejalan kaki yang lebih lambat diminta untuk berjalan dengan kecepatan yang mereka anggap "nyaman". Sedangkan pejalan kaki dengan kecepatan lebih tinggi diminta untuk berjalan dengan kecepatan yang dapat menimbulkan rasa nyeri, baik rasa sakit sedang atau berat. Di akhir penelitian, semua pejalan kaki melakukan kembali tes berjalan yang asli untuk melihat bagaimana kemajuan mereka.

Pejalan kaki yang berjalan lebih cepat mampu berjalan hampir 40 meter lebih jauh dari yang mereka bisa sebelum pelatihan kecepatan tinggi mereka. Sedangkan pejalan kaki dengan kecepatan lebih rendah menemukan bahwa mereka menempuh jarak yang lebih sedikit dari sebelumnya (7 meter).

"Temuan ini tidak mendukung penggunaan latihan jalan dengan intensitas rendah untuk pasien dengan PAD," tulis penelitian tersebut, dilansir dari EatThis, Kamis (24/6).

Selanjutnya, para peneliti berspekulasi bahwa berjalan dengan kecepatan lebih tinggi, meskipun lebih menyakitkan, dapat membantu arteri mereka mengembangkan pembuluh darah baru untuk membantu aliran darah ke otot mereka. Peneliti juga menyimpulkan bahwa berjalan cepat, bagi lansia penderita PAD, dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa sakit namun merupakan solusi ampuh untuk segera pulih.

Sebelumnya, sebuah penelitian besar yang diterbitkan pada 2015 di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jalan cepat 20 menit setiap hari dapat mengurangi risiko kematian hingga 30 persen. Dengan berjalan cepat, pembakaran kalori akan lebih cepat, membantu kinerja otak, dan mengurangi insomnia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA