Neves Klaim Portugal Bisa Redam Permainan Prancis

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Danilo Pereira (2-kanan) dari Portugal beraksi melawan Kiper Hugo Lloris (kanan) dari Prancis selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Prancis di Budapest, Hongaria, 23 Juni 2021.
Danilo Pereira (2-kanan) dari Portugal beraksi melawan Kiper Hugo Lloris (kanan) dari Prancis selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Prancis di Budapest, Hongaria, 23 Juni 2021. Foto: EPA-EFE/Alex Pantling
Portugal bermain sama kuat 2-2 dengan Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Gelandang bertahan Portugal, Ruben Neves, menilai, timnya bisa meredam dan mengimbangi permainan Prancis di laga pamungkas penyisihan Grup F Euro 2020, Kamis (24/6) dini hari WIB. Dalam laga yang digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, tersebut, juara bertahan Piala Eropa itu memetik hasil imbang, 2-2. Portugal bahkan bisa unggul lebih dulu pada menit ke-31 via eksekusi penalti Cristiano Ronaldo. 

Namun, keunggulan ini sirna pada pengujung babak pertama. Seperti halnya Portugal, Prancis bisa mencetak gol via tendangan penalti, tepatnya lewat eksekusi penalti Karim Benzema. Les Bleus justru berbalik unggul pada awal babak kedua. Benzema menambah catatan golnya di laga ini usai memanfaatkan umpan lambung terobosan dari Paul Pogba. Beruntung, Portugal kembali mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah Jules Kounde melakukan handball di dalam kotak penalti. Ronaldo kembali menjadi algojo tendangan penalti itu dan menyamakan kedudukan. Meski dari catatan statistik pertandingan, Portugal kalah dalam hal penguasaan bola, 47 persen berbanding 52 persen, Neves menilai, dari segi performa, Portugal mampu meredam dan mengimbangi permainan Les Blues. 

''Prancis tidak pernah benar-benar menguasai laga. Kami sepenuhnya yang mengendalikan permainan. Prancis jarang mengancam gawang kami,'' tutur Neves seperti dilansir BBC, Kamis (24/6). 

Penampilan di laga tersebut, tutur gelandang bertahan berusia 24 tahun itu, menjadi respons terbaik dari kekecewaan di laga sebelumnya, saat dibekap Jerman, 2-4, akhir pekan lalu. Neves pun optimis, selaku juara bertahan Piala Eropa, Portugal masih bisa meningkatkan kemampuan dan tampil lebih baik dibanding di laga kontra Prancis. 

''Kami bisa memberikan reaksi yang tepat setelah melewati periode yang sulit. Kini, hal yang terpenting adalah kami berhasil melaju ke babak 16 besar. Kami adalah juara terbaik di Eropa. Tentu saja, kami bisa tampil lebih baik,'' kata gelandang bertahan Wolverhampton Wanderers tersebut. 

Meski finish di peringkat ketiga Grup F, Portugal memang berhak melangkah ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di babak penyisihan grup. 

Di babak 16 besar, Portugal akan menghadapi juara Grup B, Belgia, yang juga menempati peringkat teratas rangking FIFA. Rencananya, duel antara Portugal dan Belgia akan digelar di La Cartuja, Sevilla, Senin (28/6) dini hari WIB.

Terkait


 Pelatih kepala Jerman Joachim Loew bereaksi selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 (ilustrasi)

Joachim Loew tak Khawatir Performa Jerman Lawan Inggris

 Karim Benzema dari Prancis (kanan) bereaksi dengan Cristiano Ronaldo dari Portugal selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Prancis di Budapest, Hongaria, 23 Juni 2021.

Kata Benzema Usai Reuni dengan Ronaldo di Budapest

Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps

Deschamps Optimistis Timnas Prancis Bakal Lebih Trengginas

Paul Pogba dari Prancis bereaksi setelah pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Prancis di Budapest, Hongaria, 23 Juni 2021.

Pogba tak Mau Bahas Masa Depan, Enggan Dikaitkan dengan Juve

Pelatih Prancis Raymond Domenech.

Ini Alasan Raymond Domenech Jagokan Italia Juara Euro 2020

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image