Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Badan Antariksa Eropa Ingin Rekrut Banyak Astronaut Difabel

Kamis 24 Jun 2021 07:06 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Astronaut Badan Antariksa Eropa Thomas Pesquet dari Prancis, menyesuaikan sarung tangannya saat berbicara dengan keluarga dan teman sebelum upaya peluncuran Jumat, 23 April 2021, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida.

Astronaut Badan Antariksa Eropa Thomas Pesquet dari Prancis, menyesuaikan sarung tangannya saat berbicara dengan keluarga dan teman sebelum upaya peluncuran Jumat, 23 April 2021, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida.

Foto: AP/John Raoux
Badan antariksa Eropa ingin merekrut lebih banyak astronaut perempuan dan difabel.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Badan Antariksa Eropa (ESA) mengatakan terpukau oleh rekor jumlah pelamar dengan lebih dari 22 ribu orang. Mereka berharap untuk menjadi generasi penjelajah ruang angkasa berikutnya di benua itu, termasuk lebih banyak perempuan daripada sebelumnya dan dapat melibatkan sekitar 200 orang difabel.

“Kami semua tercengang. Ini adalah ekspresi minat dan antusiasme yang sangat kuat yang dimiliki orang-orang di seluruh Eropa untuk luar angkasa," kata Direktur Jenderal ESA Josef Aschbacher, Rabu (23/6).

Baca Juga

Dalam rilis hasil dari upaya rekrutmen baru yang ditujukan untuk lebih banyak keragaman astronaut, agensi tersebut mengakui masih ada pekerjaan yang harus dilakukan pada keseimbangan gender. Hanya 24 persen pelamar adalah perempuan, naik dari 15 persen pada perekrutan terakhir pada 2008.

Kampanye perekrutan tidak secara khusus membahas keragaman etnis. Namun, ESA menekankan pentingnya mewakili semua bagian dari masyarakat.

Badan tersebut menerima aplikasi dari 25 negara anggota dan anggota asosiasi. Meskipun sebagian besar berasal dari pelamar tradisional, seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan Italia.

ESA secara khusus mencari penyandang difabel fisik. Pemilihan ini adalah upaya pertama untuk menentukan adaptasi yang diperlukan bagi stasiun luar angkasa untuk mengakomodasi mereka.

Persaingan sengit dalam rekrutmen ini karena hanya empat hingga enam orang yang akan dipilih sebagai astronaut Eropa berikutnya, dengan tim cadangan sekitar 20 orang. Para kandidat akan menjalani penyaringan intensif selama tahun depan, dengan keputusan akhir diharapkan pada akhir 2022.

ESA hanya mengirim dua perempuan ke luar angkasa hingga saat ini dan bertahap akan bertambah. Kedua perempuan yang mewakili Eropa di angkasa adalah Claudie Haignere dan Samantha Cristoforetti.

Direktur eksplorasi manusia dan robotik ESA David Parke menyatakan sebanyak 5.419 perempuan melamar program ESA yang baru. Angka ini menunjukkan banyak masih harus dilakukan untuk mencapai keseimbangan gender di sektor luar angkasa. Secara global, 65 dari lebih dari 560 orang yang telah menjelajahi luar angkasa adalah perempuan, kebanyakan dari mereka adalah orang Amerika Serikat.

ESA pekan ini menandatangani perjanjian dengan Uni Eropa (UE) yang akan melihat blok 27 negara memperdalam hubungan dengan meningkatkan pendanaannya untuk badan antariksa. Sebagai bagian dari kesepakatan, UE akan menginvestasikan hampir 9 miliar euro antara sekarang hingga 2027 untuk program ESA yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, dan perlindungan lingkungan.

sumber : AP
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA