Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Tim Yustisi Denpasar Jaring 30 Pelanggar Prokes

Rabu 23 Jun 2021 23:18 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP menghimbau pengunjung dan pedagang untuk patuh protokol kesehatan saat melaksanakan operasi Yustisi COVID-19 di Alun-alun Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/6/2021). Operasi Yustisi di pusat keramaian tersebut bertujuan untuk menekan penyebaran wabah COVID-19.

Sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP menghimbau pengunjung dan pedagang untuk patuh protokol kesehatan saat melaksanakan operasi Yustisi COVID-19 di Alun-alun Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/6/2021). Operasi Yustisi di pusat keramaian tersebut bertujuan untuk menekan penyebaran wabah COVID-19.

Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
PPKM skala mikro harus ketat untuk mencegah penyebaran varian delta.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR  -- Tim Yustisi Kota Denpasar, Bali, menjaring 30 pelanggar protokol kesehatan pada masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dalam upaya mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 di Pulau Dewata. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga di Denpasar, Rabu, mengatakan bahwa penertiban protokol kesehatan PPKM skala mikro harus ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian delta masuk ke Kota Denpasar.

Ia menyebutkan dari 30 pelanggar yang terjaring, sebanyak 21 orang didenda di tempat sebesar Rp100 ribu karena tidak menggunakan masker, dan sembilan orang menjalani pembinaan karena menggunakan masker tidak pada tempatnya.Dari sekian pelanggaran, Dewa Sayoga mengatakan bahwa sebagian di antara mereka mengaku lupa menggunakan masker karena dekat dengan rumah dan terburu-buru.

Baca Juga

Untuk memberikan efek jera, dalam kesempatan itu pelanggar menjalani sanksi fisik (push up) di tempat. Mereka harus menandatangani surat pernyataan tidak melanggar lagi. Jika di kemudian hari melanggar lagi, mereka harus siap menerima tindakan lebih tegas.

Ia mengatakan bahwa pihaknya melakukan pendisiplinan prokes terhadap masyarakat selama pandemi Covid-19.Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penertiban secara rutin setiap harinya, apalagi virus corona varian delta sudah masuk ke Indonesia sehingga masyarakat tetap waspada dan taat prokes.

"Kami menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan pada PPKM kepada masyarakat. Salah salah satunya dengan menyosilisasikan protokol kesehatan 6 M, yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA