Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

India dan Negara Lain Pakai Ivermectin untuk Covid-19?

Kamis 24 Jun 2021 03:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

 Obat Ivermectin untuk manusia sempat didistribusikan di Kota Quezon, Manila, Filipina. Ivermectin juga disebut telah didistribusikan di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengobati Covid-19. BPOM menegaskan masih melakukan kajian penggunaan Ivermectin.

Obat Ivermectin untuk manusia sempat didistribusikan di Kota Quezon, Manila, Filipina. Ivermectin juga disebut telah didistribusikan di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengobati Covid-19. BPOM menegaskan masih melakukan kajian penggunaan Ivermectin.

Foto: EPA-EFE/ROLEX DELA PENA
India disebut menggunakan Ivermectin untuk pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa hari terakhir, pengguna media sosial dan aplikasi percakapan instan ramai menyebarkan khasiat Ivermectin untuk Covid-19. Penjual obat di marketplace pun turut mempromosikannya, lengkap dengan panduan aturan minumnya.

Mereka yang menggaungkan penggunaan Ivermectin menyebut, obat itu di India telah digunakan untuk pasien Covid-19. Faktanya, Ivermectin tidak lagi digunakan di negara yang berada di ambang gelombang tiga Covid-19 tersebut.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (DJCK) Kementerian Kesehatan Serikat dan Kesejahteraan Keluarga India telah mengeluarkan revisi pedoman yang memerintahkan penghentian penggunaan Ivermectin dan Doxycycline dalam pengobatan Covid-19. Dalam pedoman baru, semua obat, kecuali antipiretik dan antitusif, disingkirkan untuk kasus tanpa gejala dan ringan.

Sementara itu, pedoman DGHS memosisikan Remdesivir sebagai obat cadangan yang disetujui penggunannya di bawah Izin Penggunaan Darurat hanya berdasarkan bukti ilmiah terbatas secara global. Remdesivir hanya digunakan pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan gejala sedang/berat dan membutuhkan tambahan oksigen dalam waktu 10 hari sejak timbulnya penyakit.

"Dokter disarankan untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan Remdesivir karena ini hanya obat percobaan yang berpotensi membahayakan," demikian pernyataan DGHS pada 7 Juni 2021, dikutip dari laman India Today, Rabu (23/6).

Selain Hydroxychloroquine, Ivermectin, dan Doxycycline, seng (zinc) dan multivitamin yang sebelumnya diresepkan oleh dokter untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan juga dicoret. Dalam kasus tanpa gejala, pedoman yang direvisi mengatakan, orang tidak memerlukan obat.

Dalam kasus pasien dengan gejala ringan, kementerian merekomendasikan pemantauan mandiri untuk demam, sesak napas dan saturasi oksigen (SpO2). Lalu, penggunaan Tocilizumab secara off-label dan steroid hanya bisa diberikan bagi pasien Covid-19 yang parah dan sakit kritis.

Bagaimana penggunaan Ivermectin di negara lain, termasuk Indonesia?

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA