Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Kendalikan Covid-19, Pemprov Jatim Percepat Vaksinasi

Rabu 23 Jun 2021 20:00 WIB

Red: Hiru Muhammad

Petugas pelayanan bandara mengantre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 Astrazeneca tahap kedua di Lobby Baru Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/6/2021). PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Juanda melaksanakan vaksinasi untuk 2.000 petugas pelayanan, karyawan maskapai, AirNav, petugas kebersihan, keamanan publik, dan mitra usaha lainnya.

Petugas pelayanan bandara mengantre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 Astrazeneca tahap kedua di Lobby Baru Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/6/2021). PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Juanda melaksanakan vaksinasi untuk 2.000 petugas pelayanan, karyawan maskapai, AirNav, petugas kebersihan, keamanan publik, dan mitra usaha lainnya.

Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Sampai kini Jatim masih tertinggi terhadap ketercapaian program vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen terus melakukan percepatan program vaksinasi sebagai salah satu upaya mengendalikan Covid-19."Kami tidak berhenti melakukannya, termasuk bersinergi dengan berbagai elemen untuk mempercepat vaksinasi," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansayang ditemui di sela-sela meninjau vaksinasi yang digelar "Grab" di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Rabu (23/6).

Sampai saat ini, kata dia, tercatat Jatim masih menjadi provinsi yang tertinggi terhadap ketercapaian program vaksinasi. Berdasarkan data dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, pada dosis pertama sudah dilakukan terhadap 4,2 juta lebih orang, sedangkan suntikan dosis kedua masih 1,8 juta lebih orang."Kami terus berupaya melaksanakan percepatan, salah satunya yang dilakukan hari ini. Terima kasih kepada pihak membantu, dan semoga elemen maupun komunitas lainnya juga melakukan langkah serupa," ucap dia.

Tim satgas, lanjut dia, diakuinya rutin melakukan kontrol dan evaluasi terhadap vaksinasi, seperti mendata 10 daerah tertinggi dan 10 daerah terendah, kemudian mendorong kabupaten/kota yang belum maksimal capaiannya agar lebih dimasifkan.Menurut dia, menghadapi pandemi Covid-19 yang kini sedang mengalami lonjakan kasus, maka yang harus dilakukan adalah percepatan vaksinasi serta penebalanpemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro."Kecenderungan saat ini memang sedang naik di semua provinsi, termasuk Jatim, karena pascalibur Lebaran yang diikuti hajatan cukup banyak tanpa memperhatikan protokol kesehatan ketat," katanya.

"Nah, salah satu pengendalian Covid-19 adalah membangun imunitas berbasis komunitas atau herd immunity, yang secara teoritik bisa terbangun kalau minimal 70 persen masyarakatnya sudah tervaksinasi," tutur Khofifah menambahkan.

Ke depan Pemprov Jatim dan 38 pemkab/pemkot ditambah dengan berbagai elemen maupun kelompok sosial terus berupaya memasifkan program vaksinasi, seiring kedatangan dosis vaksin ke Indonesia. Secara global, menurut data Kementerian Kesehatan RI, sampai dengan Sabtu (19/6), total 12,2 juta orang telah menerima dosis vaksin secara lengkap, dengan penerima dosis pertama telah mencapai 22,8 juta orang.Sementara jumlah dosis vaksin yang telah masuk ke Tanah Air hingga 20 Juni 2021 total mencapai 104.728.400 dosis vaksin.Rinciannya adalah 94.500.000 dosis Sinovac, 8.228.000 dosis AstraZenecadan 2.000.000 dosis Sinopharm.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA