Rabu 23 Jun 2021 19:07 WIB

Pusri-Sang Hyang Seri Kerja Sama Agrosolusi Berbasis Digital

Pusri menunjuk Sang Hyang Seri sebagai integrator dan sekaligus distributor pupuk.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja menggunakan alat berat untuk memindahkan tumpukan pupuk di pabrik pengantongan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Sumatra Selatan,  Jumat (28/5/2021). PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PT Sang Hyang Seri (SHS) tentang kerja sama terkait pemasaran benih pada Program Agrosolution dan Platform Digital Agribisnis MyPusri.
Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Pekerja menggunakan alat berat untuk memindahkan tumpukan pupuk di pabrik pengantongan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (28/5/2021). PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PT Sang Hyang Seri (SHS) tentang kerja sama terkait pemasaran benih pada Program Agrosolution dan Platform Digital Agribisnis MyPusri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pusri Palembang, menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PT Sang Hyang Seri (SHS) tentang kerja sama terkait pemasaran benih pada Program Agrosolution dan Platform Digital Agribisnis MyPusri di Kantor Pusri Perwakilan Jakarta, Rabu (23/6).

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan oleh Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh dan Direktur Utama PT SHS, Karyawan Gunarso dan dihadiri SVP Transformasi Bisnis Pusri, Fachrurrazi beserta manajemen Pusri lainnya.

Direktur Utama Pusri Tri Wahyudi Saleh mengatakan Pusri telah melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan kerjasama dengan beberapa perusahaan dalam mengoptimalkan implementasi program agrosolution yang merupakan program transformasi dalam rangka shifting penggunaan pupuk subsidi ke pupuk komersil.

"Melalui program ini kami berharap dapat memberikan nilai tambah peningkatan produktivitas tanaman kepada petani yang mana peningkatan produktivitas tanaman ditentukan dari benih, pupuk dan pengelolaan budidaya tanaman yang baik," ujar Tri. 

Untuk menunjang Program Agrosolution, lanjut Tri, Pusri telah mengembangkan platform digital Agribisnis yang dinamakan MyPusri. Paltform digital ini menjadi Hub antara produsen-produsen pupuk, benih, pestisida, Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) dengan petani dan HUB antara petani dengan konsumen akhir hasil pertanian (pengguna produk hasil pertanian).

"Kami juga menunjuk SHS sebagai integrator dan sekaligus distributor pupuk, produk Pusri kebutuhan petani penangkaran SHS atau free market dalam Agrosolution," ucap Tri.

Ke depannya, lanjut Tri, program agrosolution ini akan terus disosialisasikan guna mendukung Pupuk Indonesia selaku holding dan uji coba platform MyPusri di daerah Indonesia lainnya.

Saat ini, kata Tri, Pusri tidak hanya berorientasi pada pupuk urea, namun juga memproduksi pupuk NPK dan produk unggulan dari hasil riset yang bermanfaat untuk tanaman pangan dan perkebunan. Pupuk NPK tersebut di produksi dengan formula sesuai kebutuhan tanaman (tailor made), di antaranya NPK 15-15-15; NPK 16-16-16 untuk tanaman pangan dan hortikultura NPK 12-12-17-2 dan NPK 13-6-27-4 untuk tanaman sawit, serta produk unggulan terbaru, yaitu NPK Singkong dan NPK Kopi.

Direktur Utama SHS Karyawan Gunarso mengatakan SHS sebagai perusahaan penghasil produk agro industri bermutu yang bergerak di bidang pertanian, khususnya dalam penyediaan benih, menyambut baik kerja sama dengan Pusri. Karyawan mengatakan penandatanganan MoU ini merupakan sinergi yang baik antara Pusri dengan SHS dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

 "Dalam kerja sama ini, SHS akan menyediakan benih untuk dipasarkan dalam Program Agrosolution dan platform MyPusri," kata Karyawan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement