Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Wapres Minta Konversi Bank Daerah ke Bank Syariah Dipercepat

Rabu 23 Jun 2021 17:44 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nidia Zuraya

 Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Dok KIP/Setwapres
Wapres mendukung Pemprov Sumbar yang ingin konversi Bank Nagari menjadi syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong  proses konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD)  menjadi bank syariah dipercepat. Wapres menilai, dengan makin banyak BPD di Indonesia, termasuk Bank Nagari, konversi menjadi bank syariah akan semakin memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Karena itu, Wapres mendukung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang ingin konversi Bank Nagari menjadi syariah segera terlaksana. "Saya kira tepat sekali. Oleh karena itu, saya harapkan bisa segera terwujud konversi ini,” kata Wapres saat menerima audiensi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui konferensi video, Rabu (23/6).

Baca Juga

Hal ini kata Ma'ruf, bagian upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia. Sebelumnya, telah lebih dahulu dilakukan penggabungan tiga bank syariah di bawah naungan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Karenanya, dalam skala mikro perlu juga pengonversian Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi bank syariah.

Wapres menyampaikan, apalagi saat ini kesadaran masyarakat Indonesia untuk bertransaksi secara syariah juga tinggi. Untuk itu, ia memandang saat ini merupakan momentum yang baik untuk bertumbuhnya bank syariah di Indonesia.

“Menurut saya, sekarang ini momentumnya tepat. Sebab kalau menurut survei itu sekarang komunitas hijrah ini kan sudah besar sekali, bahkan di kalangan pemuda, milenial,” ungkap Wapres.

Wapres mengingatkan mengenai falsafah yang ada di Sumatera Barat “Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah” yang berarti adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitab Allah. Ia berharap falsafah menjadi pegangan agar tidak perlu ada kekhawatiran dalam proses konversi bank syariah tersebut.

“Karena itu saya pikir kekhawatiran itu barangkali tidak boleh. Disamping itu kita juga berjalan (proses konversi) kalau di Sumatera Barat sesuai dengan 3 tungkunya itu, sesuai falsafahnya. Milenial banyak menjadi komunitas hijrah. Apalagi kalau kita lihat Al-Qur’an, itu tidak boleh pesimis lagi,” kata Ma'ruf.

Karena itu, Wapres meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mengintensifkan koordinasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dan Otoritas Jasa Keuangan agar proses konversi Bank Nagari menjadi bank syariah dapat berjalan dengan baik. Ia juga berpesan agar nantinya Bank Nagari dapat terus menjaga mutu layanannya sehingga kepercayaan para nasabah untuk bertransaksi sayariah dapat terus meningkat.

“Yang penting kita menjaga. Menjaga mutu, menjaga layanan. Tidak hanya sesuai syariah, tapi juga menguntungkan bagi para deposan,” kata Wapres.

“Saya pesan saja nanti supaya betul-betuk pengelolaannya supaya bisa memberikan layanan yang juga baik,” katanya lagi.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat melaporkan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam pengonversian Bank Nagari menjadi bank syariah. Ia juga menyampaikan proses pengembangan layanan perbankan syariah yang nantinya akan diberikan oleh Bank Nagari.

“Disamping juga dengan produk-produk syairah yang mana diconvert (dialihkan), itu kita memang mencoba untuk mensejalankan. Sehingga memang pilihan-pilihan di syariah nantinya tidak kalah layaknya dan juga peluangnya dibandingkan dengan yang konvensional,” kata Mahyeldi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA