Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Adakah Rapid Test untuk Deteksi Dini Tuberkolusis?

Rabu 23 Jun 2021 16:38 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pasien Tuberkulosis melihat hasil ronsen dadanya. Indonesia, India, China, menjadi tiga negara penderita TBC terbesar dunia.

Pasien Tuberkulosis melihat hasil ronsen dadanya. Indonesia, India, China, menjadi tiga negara penderita TBC terbesar dunia.

Foto: EPA
Indonesia ada di posisi kedua setelah India untuk kasus tuberkulosis terbanyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tuberkolusis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini memberikan dampak besar terhadap pasien serta keluarganya.

Ada banyak tantangan mengenai penanggulangan penyakit ini. Salah satunya ialah pemahaman yang salah di masyarakat, yakni keyakinan bahwa tuberkolusis tidak bisa disembuhkan.

Baca Juga

Selain itu, hambatan ekonomi dapat membuat pasien memilih untuk tidak berobat atau malas kontrol. Stigma dan diskriminasi yang dialami pasien juga menjadi hambatan penanggulangan tuberkulosis.

Melihat dampak yang besar dari penyakit ini, apakah ada cara deteksi dini tuberkulosis seperti rapid test yang sekarang diterapkan untuk mendeteksi Covid-19 di era pandemi?

"Teorinya bisa, tapi belum direkomendasikan oleh WHO karena tingkat akurasinya belum bagus," kata Kepala Subdit Tuberkulosis Kementerian Kesehatan Imran Pambudi dalam webinar, Rabu.

Indonesia masuk dalam delapan negara di dunia yang menyumbang dua pertiga kasus tuberkulosis global. Indonesia ada di posisi kedua setelah India dengan estimasi kasus 845 ribu dengan kematian 98 ribu per tahun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA