Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Pejabat Libya Minta Perusahaan Turki Kembali Berinvestasi

Rabu 23 Jun 2021 16:06 WIB

Red: Nur Aini

Menteri Perhubungan Libya Muhammad Salem Al-Shahoubi pada Selasa (22/6) mendesak perusahaan-perusahaan dari Turki untuk kembali ambil bagian dalam pembangunan di negaranya, yang dilanda konflik sejak 2011.

Menteri Perhubungan Libya Muhammad Salem Al-Shahoubi pada Selasa (22/6) mendesak perusahaan-perusahaan dari Turki untuk kembali ambil bagian dalam pembangunan di negaranya, yang dilanda konflik sejak 2011.

Menteri transportasi Libya mendesak perusahaan Turki ikut dalam rekonstruksi

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Menteri Perhubungan Libya Muhammad Salem Al-Shahoubi pada Selasa (22/6) mendesak perusahaan-perusahaan dari Turki untuk kembali ambil bagian dalam pembangunan di negaranya, yang dilanda konflik sejak 2011.

Al-Shahoubi pada Selasa (22/6) bertemu dengan Duta Besar Turki untuk Libya Kenan Yilmaz di Kementerian Transportasi Libya, menurut sebuah pernyataan dari kementerian tersebut. Al-Shahoubi meminta bantuan Turki mengangkat zona larangan terbang di atas wilayah udara negaranya sambil membahas banyak masalah dengan Yilmaz terkait hubungan antara kedua negara, lanjut pernyataan itu.

Baca Juga

Dia meminta perusahaan-perusahaan dari Turki untuk berbondong-bondong ke Libya untuk berperan dalam pembangunan negara itu. Libya baru-baru ini mengalami perkembangan positif menyusul terobosan di mana pihak-pihak yang bersaing menyetujui tentang pendirian otoritas eksekutif baru yang bersatu yang akan memerintah Libya menjelang pemilihan nasional pada 24 Desember.

Libya berharap pemerintah baru akan mengakhiri perang saudara bertahun-tahun yang telah melanda negara itu sejak penggulingan dan pembunuhan orang kuat Muammar al-Qaddafi pada 2011.

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/pejabat-libya-serukan-perusahaan-turki-berinvestasi-kembali-di-negaranya/2282341
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA