Rabu 23 Jun 2021 14:15 WIB

Kelas Menengah Atas Diajak Keluarkan Tabungan untuk Qurban

Kalangan menengah atas paling rendah melakukan belanja selama pandemi.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Kelas Menengah Atas Diajak Keluarkan Tabungan untuk Qurban
Foto: RS Islam Bogor
Kelas Menengah Atas Diajak Keluarkan Tabungan untuk Qurban

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Aviliani menuturkan kalangan menengah atas paling rendah melakukan belanja selama pandemi. Kalangan tersebut justru lebih banyak menabung sehingga tabungannya meningkat dan konsumsinya relatif rendah.

"Jadi bagus juga jika konsumsi mereka diarahkan pada sosial karena dengan berqurban, perekonomian bisa meningkat. Maka yang diharapkan adalah belanja dari kalangan menengah atas," ujarnya dalam agenda daring bertajuk 'Tebar Hewan Kurban' yang digelar Dompet Dhuafa, Rabu (23/6).

Baca Juga

Aviliani menambahkan kalangan yang belanjanya tinggi, yaitu kalangan kelas bawah dan menengah. Mereka harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan, seperti vitamin dan sebagainya. Kondisi perekonomian mereka bisa terbantu selama ada uluran tangan dari kelompok yang memiliki kemampuan untuk berqurban.

Jumlah orang yang mampu berqurban, menurut Aviliani, ada lebih dari 30 juta orang. Bila semua orang yang sudah mampu ini berqurban, maka sebetulnya sudah bisa membantu mengentaskan kemiskinan dari sisi penyebaran daging hewan qurban.

"Anggap satu kambing itu bisa untuk beberapa orang. Maka ini perlu ada kesadaran karena sering kali orang belum menyadari. Orang yang sudah punya kemampuan masih merasa belum mampu terus. Padahal, kalau bicara kekayaan, nggak akan ada habisnya, kurang terus," ujarnya.

Menurut Aviliani, dengan adanya gerakan berqurban ke semua wilayah secara merata, kesenjangan pun tidak akan melebar. "Sebab, bahayanya, kalau terjadi kesenjangan tinggi, akan terjadi konflik. Biasanya konflik dipicu karena ekonomi. Jarang sekali konflik dipicu hal lain," katanya.

Dia mengingatkan untuk terus berbagi agar kesenjangan semakin berkurang. "Untuk mengurangi kesenjangan maka harus berbagi. Ini akan membuat kesejahteraan yang lebih baik dan ke depan akan terjadi stabilitas dari sisi ekonomi," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement