Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Makan Dua Jamur Sehari Pangkas Risiko Kanker 45 Persen

Rabu 23 Jun 2021 11:58 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Berbicara mengenai jamur, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, menemukan bahwa makan dua jamur berukuran sedang setiap hari bisa menurunkan risiko kanker hingga 45 persen.

Berbicara mengenai jamur, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, menemukan bahwa makan dua jamur berukuran sedang setiap hari bisa menurunkan risiko kanker hingga 45 persen.

Foto: picpedia.org
Bahkan, dalam beberapa kasus, jamur bisa cegah kanker payudara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbicara mengenai jamur, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, menemukan bahwa makan dua jamur berukuran sedang setiap hari bisa menurunkan risiko kanker hingga 45 persen. Manfaat nutrisi dan kesehatan jamur secara keseluruhan sangat luas.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara asupan jamur dan risiko kanker, para peneliti dari Pennsylvania State University melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 17 studi kanker. Setelah meninjau temuan yang ada, mereka menentukan bahwa asupan jamur yang rutin mampu menurunkan risiko terkena kanker total. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menjanjikan untuk mencegah kanker payudara.

Jamur yang bisa dimakan kaya akan senyawa bioaktif termasuk fitokimia (alkaloid, asam fenolik, flavonoid, karotenoid), serat, polisakarida, selenium, vitamin, misalnya, niasin, thiamin, riboflavin, asam askorbat, serta vitamin B dan D. Kemudian antioksidan penting, serta ergothioneine dan glutathione yang memainkan peran penting dalam mencegah kanker.

Karena senyawa bioaktif tersebut, jamur memiliki sifat antimikroba, antivirus, dan antitumor. Mereka juga telah terbukti melindungi sistem kardiovaskular dan hati. Secara keseluruhan, jamur bertindak sebagai penjaga keamanan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit.

Sementara mekanisme perlindungan yang tepat masih belum jelas. Peneliti menduga antioksidan dalam jamur, yaitu dari ergothioneine, mungkin berperan untuk mencegah kanker.

“Mengisi ulang antioksidan dalam tubuh bisa membantu melindungi terhadap stres oksidatif dan risiko kanker,” kata salah seorang mahasiswa pascasarjana bidang epidemiologi di Penn State College of Medicine, Djibril Ba, dilansir dari mindbodygreen, Rabu (23/6).

Sementara ergothioneine paling kuat ada dalam jamur shiitake, tiram, maitake, dan raja tiram. Lalu varietas lain, seperti jamur kancing putih, crimini, dan portobello, juga mampu menurunkan risiko kanker.

Jika tidak menyukai rasa atau tekstur jamur, jangan khawatir, temuan menunjukkan hanya dibutuhkan sekitar hingga dua jamur setiap hari untuk membuat perbedaan. Jadi, mulailah dengan memasukkan jamur ke dalam hidangan favorit, juga sebagai alternatif tambahan nabati.

Hubungan antara asupan jamur dan penurunan risiko kanker ini cukup menjanjikan. Namun, penting untuk dicatat bahwa makan dua jamur per hari tidak dengan sendirinya mampu mencegah kanker. Penting juga untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat dan seimbang.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA