Polandia Berambisi Keluar dari Lubang Jarum

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Polandia merayakan hasil imbang setelah pertandingan sepak bola babak penyisihan grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Polandia di Seville, Spanyol, 19 Juni 2021.
Pemain Polandia merayakan hasil imbang setelah pertandingan sepak bola babak penyisihan grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Polandia di Seville, Spanyol, 19 Juni 2021. Foto: EPA-EFE/Jose Manuel Vidal
Polandia berbekal satu poin untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.

REPUBLIKA.CO.ID, PETERSBURG -- Pelatih tim nasional Polandia Paulo Sousa meminta para pemainnya untuk fokus untuk laga pemungkas Grup E Euro 2020 kontra Swedia di Saint Petersburg, Rusia, Rabu malam nanti, bak sebuah pertandingan final. Setelah kalah 1-2 melawan Slovakia di laga pertama dan menjaga asa mereka dengan mengimbangi Spanyol 1-1, Polandia kini wajib mengalahkan Swedia jika ingin berkesempatan melangkah ke babak 16 besar.

"Bagi kami ini sebuah final dan kami harus fokus seperti menjalani sebuah final," kata Sousa dilansir Reuters, Rabu dini hari WIB.

"Kami ingin memiliki mentalitas yang sama di mana pun, baik ketika main di negeri sendiri maupun di negara tetangga," ujarnya menambahkan.

Sousa juga menyebut, timnya serasa tak pernah main di negara lain, sebab sejumlah besar suporter mereka selalu terdengar saat Polandia main di Saint Petersburg melawan Slovakia maupun di Sevilla menghadapi Spanyol. "Suporter itu penting, Anda bisa lihat contohnya dengan Hungaria dan Denmark. Kami sendiri serasa tidak pernah main tandang," ujarnya.

Kendati demikian, Sousa mengakui timnya sedikit tidak diuntungkan karena harus bermain sehari berselang setelah Swedia di pertandingan sebelumnya. Swedia main pada Jumat siang sedangkan Polandia menghadapi Spanyol Sabtu petangnya, sehingga para pemain Sousa cuma punya jeda pemulihan kondisi kurang dari 30 jam.

"Beberapa pemain belum sepenuhnya pulih. Secara mental laga menghadapi Spanyol juga menguras banyak energi," katanya.

Kendati Swedia sudah memastikan satu tempat di babak 16 besar, Sousa memperkirakan lawannya itu tidak akan bermain dengan energi yang kendur. Terlebih lagi Swedia punya bekal kepercayaan diri berupa catatan enam kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir dan hanya kebobolan satu gol saja.

"Statistik menggambarkan banyak hal tentang Swedia. Mereka tahu cara mengendalikan bola, maupun melancarkan serangan balasan," katanya.

"Mereka kaya pilihan dari segi taktik. Saya pikir Swedia tidak akan bermain dengan santai," kata Sousa.

Di Euro lima tahun silam Polandia mencapai perempat final dan Sousa yang baru melakoni tugasnya sejak Januari lalu tentu tidak ingin portofolionya diwarnai kegagalan.

Terkait


Attila Szalai (kanan) dari Hongaria beraksi melawan Danilo Pereira dari Portugal selama pertandingan sepak bola babak penyisihan grup F UEFA EURO 2020 antara Hongaria dan Portugal di Budapest, Hongaria, 15 Juni 2021.

Lawan Jerman, Bek Hungaria: Seluruh Tim Bersatu

Pelatih Austria Franco Foda menginginkan pertandingan Austria vs Italia pada babak 16 besar Euro 2010 dipindahkan dari Stadion Wembely.

Pelatih Austria Ingin Laga Timnya Vs Italia tidak di Wembley

 Raheem Sterling dari Manchester City saat pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Manchester United di Manchester, Inggris, 07 Maret 2021.

Raheem Sterling Ogah Dibarter dengan Kane

Rafael van der Vaart saat masih memperkuat timnas Belanda.

Koke dan Sarabia Balas Ucapan Van der Vaart

Pemain Kroasia Luka Modric memeluk pelatih Zlatko Dalic setelah timnya mempecundangi Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki di Moskow, Rusia, Rabu (11/7) waktu setempat.

Ini Sanjungan Pelatih Kroasia buat Luka Modric

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image