Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

New South Wales Australia Perluas Penggunaan Masker

Rabu 23 Jun 2021 06:28 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

New South Wales menahan klaster terbaru dari varian virus Delta yang sangat menular. Ilustrasi.

New South Wales menahan klaster terbaru dari varian virus Delta yang sangat menular. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/DEAN LEWINS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND
New South Wales menahan klaster terbaru dari varian virus Delta yang sangat menular

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY - Negara bagian terpadat di Australia, New South Wales (NSW), pada Selasa melaporkan kenaikan terbesar dalam kasus baru Covid-19 yang didapat secara lokal dalam sepekan. Kondisi ini mendorong pihak berwenang untuk memperpanjang penggunaan masker di Sydney selama sepekan.

Sepuluh kasus baru yang didapat secara lokal dilaporkan di NSW pada Selasa, ketika para pejabat berjuang untuk menahan klaster terbaru dari varian virus Delta yang sangat menular. Delapan dari 10 adalah kontak rumah tangga dari kasus sebelumnya dalam isolasi.

Baca Juga

"Tidak diragukan lagi ada peningkatan tingkat kekhawatiran, mengingat jumlah kasus tambahan, tetapi mengingat betapa benar-benar menularnya virus itu, kami memperkirakan kontak rumah tangga yang sudah diisolasi kemungkinan besar terkena virus," ujar Pemimpin negara bagian NSW Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

Masker akan menjadi wajib di dalam ruangan di Sydney, kota terbesar di Australia, selama sepekan lagi mulai Kamis pagi meskipun para pejabat tidak mengumumkan pembatasan lebih lanjut karena klaster itu meningkat menjadi 21 orang yang terinfeksi Covid-19 dalam enam hari.

"Pada tahap ini, kami merasa bahwa respons yang kami terima sebanding dengan risikonya," kata Berejiklian. Dia memperkirakan lebih banyak kasus di antara kontak rumah tangga.

Varian Delta, yang telah diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu dari empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian, kemungkinan besar menyebabkan wabah dahsyat terbaru di India. Data Selasa mencakup tujuh kasus yang tercatat setelah pukul 20.00, batas waktu, yang akan dimasukkan dalam angka hari Rabu.

Pihak berwenang mengatakan wabah terbaru, yang pertama di negara bagian itu dalam lebih dari sebulan, terkait dengan seorang pengemudi yang mengangkut anggota awak maskapai luar negeri dan kemudian mengunjungi beberapa tempat. Kunjungan itu termasuk ke pusat perbelanjaan di Bondi, tempat wisata populer.

Sistem pelacakan yang cepat, aturan jarak sosial yang ketat, dan kepatuhan masyarakat yang tinggi telah membuat angka Covid-19 Australia relatif rendah, dengan lebih dari 30.350 kasus dan 910 kematian.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA