Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

IDI Khawatir dengan Fasilitas Kesehatan yang Kian Kewalahan

Selasa 22 Jun 2021 23:57 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Teguh Firmansyah

Warga beraktivitas di zona merah Covid-19 Jalan Madrasah RT 006 RW 001, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/6). Kawasan tersebut memberlakukan mikro lockdown setelah sebanyak 17 warga dinyatakan positif Covid-19 yang diduga berasal dari klaster mudik. Republika/Thoudy Badai

Warga beraktivitas di zona merah Covid-19 Jalan Madrasah RT 006 RW 001, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/6). Kawasan tersebut memberlakukan mikro lockdown setelah sebanyak 17 warga dinyatakan positif Covid-19 yang diduga berasal dari klaster mudik. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
IDI mendorong pemerintah daerah membuat shelter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus Covid-19 di Tanah Air termasuk DKI Jakarta melonjak akhir-akhir ini. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) khawatir terus bertambahnya pasien membuat kapasitas pelayanan berlebih.

"Kondisi terus meningkatnya pasien bisa melebihi kapasitas pelayanan. Sehingga, akan ada orang yang sakit yang kesulitan mencari tempat perawatan," kata Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Republika, Selasa (22/6).

Untuk menghadapi kondisi ini, Daeng meminta pemerintah provinsi harus menyiapkan penambahan tempat perawatan untuk antisipasi. Terkait pemprov DKI Jakarta sudah menambah tempat tidur, Daeng meminta upaya itu harus terus dilakukan. Selain itu,  dia melanjutkan, penyediaan shelter isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 bergejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG) juga harus dilakukan.

Baca Juga

Ia menambahkan, penyediaan shelter ini untuk menjaga agar tidak semua orang berobat ke rumah sakit. Ditambahnya fasilitas kesehatan diakui Daeng juga membuat sumber daya manusia (SDM) tambahan dibutuhkan.
"Oleh karena itu, IDI dan organisasi profesi lain seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sudah koordinasi untuk menambah relawan tenaga kesehatan (nakes)," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA