Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

5 Pertanyaan Sederhana untuk Deteksi Kerentaan Lansia

Selasa 22 Jun 2021 18:49 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah / Red: Reiny Dwinanda

Presiden Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Siti Setiati dalam diskusi Mengenal Fenomena Kerentaan/Frailty Pada Lansia-Menuju Lansia Sehat dan Bahagia, beberapa waktu lalu.

Presiden Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Siti Setiati dalam diskusi Mengenal Fenomena Kerentaan/Frailty Pada Lansia-Menuju Lansia Sehat dan Bahagia, beberapa waktu lalu.

Foto: Tangkapan Layar
Jawaban 'ya' untuk tiga dari lima pertanyaan menandakan kerentaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Prof. dr. Siti Setiati, Sp.PD, KGer, Mepid mengatakan, kerentaan bisa diukur dengan cara mudah. Meskipun ada beberapa metode, tetapi yang biasa dipakai komunitas hanya lima pertanyaan.

“Mereka yang mengalami frailty (kerentaan) dan pre-frail (punya penyakit tapi masih mandiri) bisa dikembalikan ke kondisi lebih baik, tapi harus dikenali kondisinya lebih baik,” kata Siti dalam diskusi “Mengenal Fenomena Kerentaan/Frailty Pada Lansia-Menuju Lansia Sehat dan Bahagia”, beberapa waktu lalu.

Siti mengatakan, ada lima hal yang bisa ditanyakan untuk mengukur kerentaan lansia.

  1. Apakah sering mengalami kelelahan?
  2. Apakah sulit naik anak tangga, misalnya 10 undakan, secara mandiri?
  3. Apakah memiliki lima penyakit atau lebih?
  4. Apakah ada penurunan berat badan lima persen atau lebih?
  5. Apakah ada kesulitan berjalan beberapa ratus meter?

Siti mengatakan jika lansia itu sehat betul (robust), maka jawabannya “tidak” untuk semua pertanyaan. Jika, ada satu sampai dua memiliki jawaban “ya”, artinya lansia itu pre-frail. Lalu, jika tiga sampai lima pertanyaan memiliki jawaban “ya”, artinya lansia mengalami kerentaan.

Tak hanya kerentaan, Siti mengatakan, sarkopenia juga harus diwaspadai pada lansia. Sarkopenia adalah berkurangnya massa dan kekuatan otot sehingga menyebabkan kondisi fisiknya terganggu, misalnya kekuatan jalan dan genggaman tangan.

Baca Juga

Orang dengan sarkopenia pasti mengalami kerentaan. Mereka memiliki kondisi imunitas buruk.

Penelitian terkini ini menunjukkan bahwa ternyata ada hubungan sarkopenia dengan imunitas yang buruk. Siti mengatakan, orang yang massa ototnya kecil, imunitasnya lebih rendah.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA