Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Inggris Pantau 4.000 Laporan Haid Berat Usai Vaksinasi

Selasa 22 Jun 2021 17:47 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Ribuan perempuan di Inggris mengeluhkan adanya perubahan terkait menstruasi usai menjalani vaksinasi Covid-19.

Foto:
Gangguan haid tidak termasuk dalam daftar efek samping vaksin Covid-19.

Katie Khan (39 tahun), dari London, contohnya. Dia mengatakan bahwa siklus menstruasinya menjadi tidak teratur setelah dosis pertama vaksin AstraZeneca.

"Haidnya berlangsung lebih dari seminggu dan rasanya jauh lebih berat, seperti banjir menstruasi, dan jauh lebih menyakitkan, bukan haid yang seperti biasa saya alami," kata Khan.

Setelah meninjau laporan, Sarah Branch selaku direktur kewaspadaan dan manajemen risiko obat-obatan MHRA mengatakan bahwa bukti tidak menunjukkan peningkatan risiko haid berat setelah vaksinasi dengan tiga vaksin Covid-19 di Inggris.

"Jumlah laporan terkait menstruasi berat terbilang rendah dibandingkan dengan jumlah perempuan yang telah divaksinasi hingga saat ini dan tingkat latar belakang gangguan menstruasi secara umum. Kami terus memantau laporan ini untuk sinyal potensial." kata Branch.

Sementara itu, dokter di Royal College of Obstetricians and Gynecologists menyerukan agar perempuan yang mendapati adanya "pendarahan yang tidak biasa" untuk menghubungi dokter mereka. Mereka juga mengingatkan bahwa efek samping semacam itu seharusnya tidak menghalangi perempuan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Satu dari 10 orang akan mengalami efek samping setelah disuntik vaksi Covid-19. Efek samping paling sering ialah nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, nyeri sendi dan otot, demam, menggigil, dan mual.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA