Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

PB IDI : Pemerintah Wajib Siapkan Stok Oksigen di Daerah

Selasa 22 Jun 2021 15:55 WIB

Rep: Haura Hafizah/ Red: Hiru Muhammad

Pekerja mengangkat tabung oksigen di depot pengisian oksigen medical, Manggarai, Jakarta, Jumat (18/6). Menurut pemilik depot pengisian oksigen, Ervan mengungkapkan permintaan oksigen pada seminggu terakhir mengalami peningkatan mencapai 50 persen seiring dengan jumlah pasien covid-19 di DKI Jakarta mengalami lonjakan sebanyak 4.144 kasus positif Covid-19 pada Kamis (17/6) atau mendekati kasus lonjakan tertinggi pada 7 Februari lalu sebanyak 4.213 kasus. Republika/Thoudy Badai

Pekerja mengangkat tabung oksigen di depot pengisian oksigen medical, Manggarai, Jakarta, Jumat (18/6). Menurut pemilik depot pengisian oksigen, Ervan mengungkapkan permintaan oksigen pada seminggu terakhir mengalami peningkatan mencapai 50 persen seiring dengan jumlah pasien covid-19 di DKI Jakarta mengalami lonjakan sebanyak 4.144 kasus positif Covid-19 pada Kamis (17/6) atau mendekati kasus lonjakan tertinggi pada 7 Februari lalu sebanyak 4.213 kasus. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Oksigen adalah kunci dalam merawat beberapa pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan  saat ini pemerintah harus menyiapkan stok oksigen untuk keperluan darurat di seluruh rumah sakit di Indonesia. Apalagi kasus Covid-19 semakin meningkat setiap harinya.

"Bukan berharap yang buruk. Tapi ada baiknya kami dorong pemerintah menyiapkan stok oksigen untuk keperluan darurat. Seperti mendesentralisasi stok di beberapa daerah sehingga segera tersedia jika suplai terganggu. Semoga kami punya mitigasi untuk hal ini," katanya dalam cuitan di akun Twitter miliknya, Selasa (22/6).

Kemudian, ia melanjutkan semua harus lawan pandemi Covid-19 ini bersama-sama. Jauhi agitasi politik, apalagi merendahkan dengan kata-kata seperti herd stupidity, baik untuk pemerintah atau masyarakat. Merendahkan pihak lain bukan sebuah jalan dan tidak akan juga menghentikan penularan Covid-19 yang semakin tinggi.

"Beberapa bulan silam sebenarnya kami punya cukup waktu memitigasi krisis oksigen seperti yang terjadi di Yogyakarta saat ini. Apalagi oksigen adalah kunci dalam merawat beberapa pasien Covid-19. Saya harap, daerah lain punya mitigasi stok oksigen ini mulai sekarang. Wajib," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Sekretaris Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma mengkhawatirkan pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19. Ia juga telah mendapat laporan terdapat kekurangan tabung oksigen di Jawa Tengah."Saat ini kami mendapat laporan kekurangan tabung oksigen di Jawa Tengah. Mengenai (kekurangan) oksigen kami pernah mengalami tahun lalu dimana satu provinsi mengeluh hebat bahwa oksigen sama sekali tidak ada. Ini terjadi pada Desember-Januari di NTT," katanya, Ahad (20/6).

Persoalannya, sebut Lia, bagaimana dengan RS yang akses transportasi oksigennya jauh, sehingga membutuhkan sarana transporrasi khusus. Pihak PERSI mendorong RS memproduksi oksigen sendiri, sehingga mengurangi ketergantungan pengiriman oksigen.

Begitu juga soal RS Covid dengan fasilitas medis dan SDM yang kurang. Karena itu pihak PERSI berupaya menambah fasilitas kesehatan dan tenaga medis, agar pelayanan kasus Covid-19 tetap bisa maksimal serta menghindari percepatan penularan kasus Covid-19.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA