Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Pejabat Korut Ejek AS Salah Tafsir Pernyataan Kim Jong-un

Selasa 22 Jun 2021 14:32 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Foto: EPA-EFE/JORGE SILVA
Pejabat Korut menyebut tidak ada harapan pembicaraan antara AS dan Korut

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pejabat senior Partai Buruh Korea Utara, Kim Yo-jong, melihat tidak ada harapan untuk Amerika Serikat (AS) melakukan pembicaraan dengan negara itu, Selasa (22/6). Dia melihat AS salah menafsirkan pernyataan yang diberikan oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

"Tampaknya AS dapat menafsirkan situasi sedemikian rupa untuk mencari kenyamanan bagi dirinya sendiri," kata Kim Yo-jong melalui kantor berita resmi Korea Utara KCNA.

Baca Juga

Saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un mengatakan Washington tampaknya menafsirkan sinyal dari Pyongyang dengan cara yang akan menyebabkan kekecewaan. Dia menanggapi pernyataan penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada Ahad (20/6) yang melihat sinyal menarik dalam pidato baru-baru ini oleh Kim Jong-un tentang persiapan untuk konfrontasi dan diplomasi dengan AS.

"Harapan, yang mereka pilih untuk disimpan dengan cara yang salah, akan menjerumuskan mereka ke dalam kekecewaan yang lebih besar," ujar Kim Yo-jong.

Pernyataan Kim Yo-jong disampaikan saat kunjungan perwakilan khusus AS untuk Korea Utara Sung Kim ke Korea Selatan. Dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Menteri Unifikasi Lee In-young, yang menangani hubungan dengan Korea Utara, pada Selasa.

Sung Kim mengatakan pada Senin, bersedia untuk bertemu dengan Korea Utara di mana saja dan kapan saja tanpa prasyarat. Dia pun menantikan tanggapan positif segera dari Pyongyang. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA