Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Regulator Jerman Selidiki Apple Masalah Kompetisi Pasar

Selasa 22 Jun 2021 12:33 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Apple.

Apple.

Foto: reuters
Jerman menerapkan UU baru yang memungkinkan tindakan terhadap perusahan digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Apple sedang diselidiki oleh pengawas kompetisi Jerman. Kantor Kartel Federal (FCO) mengatakan penyelidikan awal akan melihat apakah perusahaan itu sangat berpengaruh di seluruh pasar.

Apple mengatakan pihaknya menantikan untuk melakukan dialog terbuka dengan FCO tentang semua kekhawatirannya. Facebook, Amazon dan Google telah menghadapi penyelidikan serupa tahun ini, setelah undang-undang persaingan baru Jerman memungkinkan tindakan dini terhadap perusahaan digital besar.

Baca Juga

Presiden FCO, Andreas Mundt mengatakan akan memeriksa apakah iOS Apple telah menciptakan ekosistem digital di sekitar iPhone-nya yang meluas di beberapa pasar.

"Fokus penyelidikan adalah App Store, karena memungkinkan Apple dalam banyak hal untuk mempengaruhi kegiatan bisnis pihak ketiga." ujar Mundt dilansir di BBC, Selasa (22/6).

Pada bulan Juni, Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki Apple dan Google atas duopoli mereka di toko aplikasi seluler, sistem operasi, dan browser web.

FCO mengatakan akan melihat lebih detail pada praktik spesifik Apple, dalam kemungkinan proses lebih lanjut. FCO mengatakan telah menerima berbagai keluhan yang menuduh praktik anti-persaingan, yang dapat dipertimbangkan oleh penyelidikan lebih lanjut.

Pengawas mencatat bahwa pengembang Aplikasi telah mengkritik penggunaan wajib sistem pembelian dalam aplikasi Apple. Apple juga menerapkan komisi 30 persen pada aplikasi pihak ketiga.

FCO juga telah menerima keluhan dari industri periklanan dan media tentang pembatasan pelacakan pengguna di iOS 14.5. FCO mengatakan akan menjalin kontak, jika perlu, dengan Komisi Eropa, yang saat ini sedang menyelidiki bagaimana kebijakan App Store memengaruhi streaming musik.

Menanggapi berita tersebut, Apple mengatakan ekonomi aplikasi iOS mendukung lebih dari 250 ribu pekerjaan di Jerman.

"App Store telah memberikan pengembang Jerman dari semua ukuran kesempatan yang sama untuk berbagi semangat dan kreativitas mereka dengan pengguna di seluruh dunia, sambil menciptakan tempat yang aman dan tepercaya bagi pelanggan untuk mengunduh aplikasi yang mereka sukai dengan perlindungan privasi yang mereka harapkan," ujar perusahaan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA