Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

NFT dari Album Pertama Jay-Z Digugat Label Rekaman

Selasa 22 Jun 2021 11:37 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Jay Z

Jay Z

Foto: Defjam Record
RAF menuding co founder Damon Dash menjual NFT album Jay Z tanpa izin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records (RAF) yang didirikan oleh maestro hip hop Jay-Z telah menggugat sesama pendirinya Damon Dash. Gugatan ini disebabkan karena Dash diduga menjual non-fungible token (NFT) dari album debut Jay-Z 1996, Reasonable Doubt.

Gugatan itu menuding Dash bermitra dengan platform SuperFarm untuk melelang NFT dari Reasonable Doubt tanpa izin Jay Z. Siaran pers SuperFarm menyebut penjualan itu sebagai salah satu lelang NFT paling signifikan hingga saat ini.

Baca Juga

 

“Menjual hak cipta untuk Jay-Z Reasonable Doubt sebagai NFT adalah terobosan-baik untuk ruang crypto dan industri musik yang lebih luas,” pernyataan SuperFarm, dilansir dari The Verge, Selasa (22/6).

Namun, pengacara Roc-A-Fella mengatakan apa yang dijual itu bukanlah produk milik Dash. Dash memiliki saham minoritas di RAF. Gugatan itu mengatakan bahwa Dash tidak memiliki hak untuk menjual aset album itu sebagai NFT.

SuperFarm membatalkan pelelangan atas permintaan RAF, tetapi label mengklaim Dash sedang mencoba mencari tempat pengganti. RAF ingin Dash menyerahkan NFT apa pun yang dia buat berdasarkan Reasonable Doubt.  Intinya sederhana: Dash tidak bisa menjual apa yang bukan miliknya.

Menurut TMZ, yang pertama kali melaporkan gugatan itu, Dash menyebut gugatan itu tidak akurat. Dash mengatakan dia mencoba menjual bagiannya di RAF, alih-alih album itu sendiri.

“Berdasaarkan ketentuan kesepakatan dengan pembeli potensial, pembeli akan membeli bagian saya dari Roc-a-Fella Records dan Jay-Z akan memiliki hak administrasi eksklusif untuk album tersebut,” katanya kepada TMZ.

 

“Saya tidak mencoba berbagai tempat untuk melelang Reasonable Dash. Saya telah bekerja dengan satu platform dan itu adalah SuperFarm,” kata Dash.

Kasus ini tidak terkait dengan gugatan baru-baru ini di mana Jay-Z menuduh fotografer sampul Reasonable Doubt Jonathan Mannion mengeksploitasi kemiripannya.

Karena NFT semakin populer, tuntutan hukum terkait mulai muncul di pengadilan. Bagaimanapun, NFT seharusnya memberikan rasa kepemilikan dengan pertahanan yang rapat dan eksklusivitas.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA