Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Mengapa Bung Karno Bisa Jatuh? Ini Penjelasan Pakar UGM

Senin 21 Jun 2021 21:50 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Patung Bung Karno menunggang kuda berdiri di depan area kompleks kantor Kementerian Pertahanan, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Ahad (6/6/2021). Patung yang diresmikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri bertepatan dengan hari lahir Bapak Proklamator Indonesia tersebut merupakan pengingat momentum pertama kali Indonesia menunjukan pada dunia internasional telah memiliki angkatan bersenjata saat peringatan Hari Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober 1946 di Yogyakarta dimana Soekarno menjadi inspektur upacara.

Patung Bung Karno menunggang kuda berdiri di depan area kompleks kantor Kementerian Pertahanan, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Ahad (6/6/2021). Patung yang diresmikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri bertepatan dengan hari lahir Bapak Proklamator Indonesia tersebut merupakan pengingat momentum pertama kali Indonesia menunjukan pada dunia internasional telah memiliki angkatan bersenjata saat peringatan Hari Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober 1946 di Yogyakarta dimana Soekarno menjadi inspektur upacara.

Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Diduga ada upaya intelijen Amerika Serikat yang berperan jatuhkan Soekarno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim memaparkan jatuhnya kepemimpinan Presiden Pertama RI Soekarno. Gaffar dalam "Talkshow & Musik Bung Karno Series" yang digelar Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP secara virtual, di Jakarta, Senin, mengatakan kejatuhan masa kepemimpinan Bung Karno banyak faktor, baik dari intenal maupun eksternal Indonesia.

Menurut dia, membutuhkan waktu dua tahun untuk menjatuhkan kepemimpinan Bung Karno. Pasalnya, kepemimpinan Bung Karno benar-benar mengakar kuat di mata masyarakat Indonesia.

Baca Juga

"Berakhirnya masa kepemimpinan Bung Karno banyak faktor dari internal maupun eksternal Indonesia, dan ini butuh waktu dua tahun," kata Gaffar.

Faktor eksternalnya Bung Karno jatuh karena beliau menghalangi proses ambisi internasional dalam menguasai sumber daya alam Indonesia. Saat itu Bung Karno menyiapkan para ahli yang belajar teknologi ke luar negeri ketika kembali ke Tanah Air akan membantu mengelola kekayaan alam untuk kemajuan bangsa.

Pandangan Bung Karno adalah bagaimana kekayaan alam ini dikelola anak bangsa dan untuk kepentingan bangsa. Meskipun nantinya akan bekerja sama pengelolaanya dengan pihak luar, tetapi peran sentral harus diisi oleh orang pribumi.

"Ada buku yang ditulis oleh George & Audrey Kahin, berdasar datanya ada upaya dari Intelijen Amerika Serikat menjatuhkan Bung Karno, di luar itu Bung Karno juga menyekolahkan para insinyur dan memperkuat teknologi Angkatan Darat," kata Gaffar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA