Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Hampir Setahun tak Digaji, Pegawai Marah Segel Kantor Desa

Senin 21 Jun 2021 20:50 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Dana Desa

Ilustrasi Dana Desa

Aparatur Desa Marana sudah tak digaji sejak 1 Agustus 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, DONGGALA  -- Sejumlah aparat Desa Marana, Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menyegel kantor desa setempat, Senin (21/6). Penyegelan dilakukan karena mereka sejak 1 Agustus 2020 hingga sekarang belum menerima gaji maupun tunjangan.

Kepala Urusan Pemerintahan Kantor Desa MaranaTaufik mengungkapkan bahwa mereka tidak menerima haknya itu selama 10 bulan 21 hari, atau sejak pelantikan kepala desa yang baru."Ini bentuk protes kami karena sejak pelantikan kepala desa 1 Agustus 2020 kami tidak dapat apa apa," kataTaufik.

Baca Juga

Taufik mengatakan bahwa pihaknya telah mencoba melaporkan, bahkan sudah melalui beberapa tahapan untuk mendapatkan hak mereka. Namun masih saja nihil."Terakhir itu keuangan yang tidak mau mencairkan anggaran desa, baik itu DD maupun ADD, tertahan di keuangan, alasan mereka menunggu perintah," tutur Taufik.

Selain protes aparat desa, sejumlah warga juga ikut melakukan aksi dengan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan pembayaran bantuan langsung tunai (BLT) dan padat karya serta program penanganan Covid-19."Bagaimana kami terima gaji dan tunjangan kalau rekening sudah dibobol," ucapnya.

Menurut dia, tidak hanya gaji dan tunjangan yang tidak dibayarkan, tetapi BLT juga tidak bisa dibayarkan.Terkait dengan penyegelan ini, belum ada keterangan resmi dari kepala desa maupun pemerintah kabupaten.Taufik berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah gaji aparat desa dan BLT maupun bantuan lainnya untuk masyarakat."Kami ini ibaratnya padamu negeri. Ada beberapa pegawai kami yang sudah meninggal tidak pernah menerima apa-apa," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA