Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Yahudi Selandia Baru Pidato, Muslim Teriak Free Palestine

Senin 21 Jun 2021 20:36 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Pidato pimpinan komunitas Yahudi Selandia Baru diprotes umat Islam. Simbol Yahudi, ilustrasi

Pidato pimpinan komunitas Yahudi Selandia Baru diprotes umat Islam. Simbol Yahudi, ilustrasi

Pidato pimpinan komunitas Yahudi Selandia Baru diprotes umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH – Lebih dari sepuluh peserta Muslim pada konferensi anti-terorisme di Selandia Baru meneriakkan “Bebaskan Palestina” dan melakukan aksi unjuk rasa saat pidato oleh seorang pemimpin komunitas Yahudi di negara itu. 

Tindakan itu terjadi ketika Juliet Moses, juru bicara Dewan Yahudi Selandia Baru, mengatakan kepada publik bahwa para pemimpin negara itu harus konsisten ketika mengutuk terorisme.

Baca Juga

"Kita perlu mendengar para pemimpin mengutuk semua dukungan untuk terorisme dan semua terorisme secara setara apa pun sumber, target, dan keadaannya, dan bahkan ketika secara politik tidak bijaksana untuk melakukannya,” kata dia, menurut The New Zealand Herald. 

Menurut Moses, Hizbullah dan Hamas, sayap militer mereka, adalah organisasi teror terlarang di Selandia Baru. Insiden itu terjadi pada pertemuan tentang melawan terorisme dan ekstremisme kekerasan pada Senin (14/6) di Christchurch.  

Pernyataannya itu menimbulkan respons yang kuat dari beberapa anggota komunitas Muslim. Ketua Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru, Abdur Razzaq, yang melakukan unjuk rasa, mengatakan pertemuan ini membahas kohesi sosial. 

"Kami datang ke sini untuk membahas cara-cara perdamaian. Ada banyak hal di luar sana yang memisahkan kita, mari kita memiliki kebijaksanaan dan memprioritaskan apa yang menyatukan kita terlebih dahulu," ujar Razzaq. 

Kemudian, Mosses membela pembicaraannya, mencatat bahwa orang-orang Yahudi Selandia Baru menghadapi sejumlah ancaman, termasuk dari Hizbullah. Selandia Baru mengakui sayap militer Hizbullah sebagai organisasi teror. 

“Jika mereka tetap tinggal untuk mendengarkan seluruh pidato saya, mereka akan mendengar bahwa saya sangat banyak berbicara tentang persatuan tentang cara-cara kita dapat bekerja sama menuju kohesi sosial dan memang semua inisiatif yang telah saya lakukan,”ujar dia. 

Menanggapi insiden itu, sekelompok organisasi pro-Israel mengeluarkan pernyataan untuk mendukung Moses. “Kita perlu mendengar para pemimpin mengutuk semua dukungan untuk terorisme dan semua terorisme secara setara, apa pun sumber, target, dan keadaannya, dan bahkan ketika secara politik tidak bijaksana untuk melakukannya,” kata kelompok yang disebut Friends of the New Zealand Jewish Community.

Sumber: jns

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA