Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Kemenperin Percepat 6,1 Juta UMKM Go Digital

Senin 21 Jun 2021 20:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Kemenperin menargetkan 6,1 juta IKM dapat bergabung dalam ekosistem digital tahun ini.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Kemenperin menargetkan 6,1 juta IKM dapat bergabung dalam ekosistem digital tahun ini.

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
Upaya yang dilakukan salah satunya melalui workshop e-Smart IKM.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah menargetkan 6,1 juta UMKM dapat bergabung dengan ekosistem digital tahun ini. Hal itu seiring Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2020.

"Dalam gerakan tersebut, pemerintah menargetkan 6,1 juta UMKM onboarding atau masuk ke ranah digital di marketplace pada 2021 ini," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang hadir secara virtual dalam workshop e-Smart IKM di Surabaya, Jawa Timur pada Senin (21/6).

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar rangkaian workshop e-Smart IKM. Kegiatan ini merupakan pemberdayaan pelaku industri kecil dan menengah (IKM), guna mempercepat transformasi proses bisnis dari tradisional menuju digital.

E-Smart IKM digelar agar pelaku IKM dapat mengakses partner yang dapat membantu IKM go digital. "Seperti marketplace, relawan teknologi informasi dan komunikasi, dan juga BUMN yang membina IKM," kata Agus.

Agus mengatakan, industri Indonesia akan lebih berdaya saing melalui implementasi program Making Indonesia 4.0. Salah satu prioritasnya adalah memberdayakan IKM agar maksimal memanfaatkan teknologi digital dan menjalankan proses bisnis digital (e-business).

Program yang telah berjalan sejak 2017 ini telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia, untuk masuk dan menjalankan pemasaran digital melalui marketplace yang ada.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA