Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Pakar UGM Sebut Vaksin Cukup Lindungi dari Varian Delta

Senin 21 Jun 2021 19:32 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih

Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

Foto: PixaHive
Tetap ada risiko infeksi bagi mereka yang sudah mendapatkan dosis penuh vaksin Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi mengatakan, vaksin masih cukup melindungi seseorang dari Varian Covid-19 Delta. Walaupun begitu, ia tidak menampik bahwa tetap ada risiko infeksi bagi mereka yang sudah mendapatkan dosis penuh vaksin Covid-19.

"Penelitian terbaru iya, masih cukup protektif terhadap Covid-19 meskipun turun. Risiko infeksi tetap ada meskipun sudah divaksin. Vaksinasi jauh lebih baik daripada tidak divaksinasi.," kata Gunadi di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (21/6).

Baca Juga

Gunadi menuturkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Inggris, seseorang yang sudah divaksin akan mengalami gejala yang lebih ringan jika terpapar Varian Delta. Sehingga, tidak membutuhkan penanganan penanganan intensif di rumah sakit.

"Sehingga dia dia tidak harus masuk rumah sakit, isolasi mandiri (bisa)," katanya.

Terkait berapa lama antibodi dapat bertahan usai vaksinasi, hal ini masih dalam penelitian oleh Kementerian Kesehatan. Namun, berdasarkan penelitian di Inggris, disebutkan bahwa sekitar tiga bulan usai vaksinasi ada kecenderungan antibodi menurun.

Sedangkan, Varian Delta memiliki potensi lebih tinggi menurunkan respon imun dari varian lainnya. Gunadi menyebut, kemungkinan akan dibutuhkan suntikan booster bagi mereka yang sudah mendapatkan dosis penuh vaksin.

"Kalau penelitian di Inggris, setelah tiga bulan atau 100 hari ada beberapa kecenderungan pasien yang (antibodinya) turun di (angka) bawah protektif. Tapi kesimpulan umumnya, (vaksin) tetap masih protektif (bagi mereka yang divaksin dari Varian Delta), implikasinya kemungkinan besar ada booster," ujar Gunadi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA