Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Garuda Indonesia Evaluasi Rute Penerbangan Internasional

Selasa 22 Jun 2021 00:10 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Pesawat Garuda Indonesia (ilustrasi)

Pesawat Garuda Indonesia (ilustrasi)

Foto: Reuters
Garuda Indonesia akan menghentikan beberapa rute internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk saat ini tengah mengevaluasi rute penerbangan internasional sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Khususnya rute penerbangan internasional yang merugi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Rute-rute memang ada yang kami hentikan karena untuk internasional ini rugi," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (20/6).

Baca Juga

Meskipun begitu, Irfan memastikan Garuda saat ini masih berupaya membuka rute penerbangan internasional yang merugi. Hal tersebut dikarenakan rute tersebut masih berpotensi untuk memberikan keuntungan.

Irfan menuturkan peluang tersebut seperti untuk penerbangan kargo. "Utamanya karo, jadi kalau dilihat grafik kargo melonjak luar biasa sepanjang 2021. Itu mayoritas internasional yang kami pertahankan," jelas Irfan.

Dia menambahkan, untuk beberapa rute internasional yang tidak memberikan keuntungan dan tidak memiliki potensi penerbangan kargo maka dihentikan. Salah satunya rute penerbangan Jakarta-Melbourne," ungkap Irfan.

Irfan menuturkan, rute Jakarta-Melbourne kan ditutup bulan depan. Selanjutnya rute internasional yang akan dihentikan bulan depan yakni Jakarta-Perth.

Dia mengatakan, saat ini Garuda Indonesia juga sudah menutup penerbangan Jakarta-Osaka. Selanjutnya, Irfan mengatakan Garuda juga masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah penerbangan internasional.

"Kami masih terus mengevaluasi rute penerbangan Jakarta-Amsterdam. Kami juga masih mempertahankan satu penerbangan ke Australia yaitu Sydney," ujar Irfan.

Irfan mengatakan, saat ini kondisi penerbangan di Australia masih diperketat. Untuk itu, penerbangan ke Sydney masih dibuka hanya sekali dalam sepekan.

Selanjutnya rute penerbangan yang masih dievaluasi yaitu Jakarta-Kuala Lumpur, Jakarta-Singapura, dan Jakarta-Seoul. Sementara rute internasional yang masih menguntungkan yakni Bangkok, Hong Kong, dan Cina.

Dia mengungkapkan, Garuda Indonesia tidak bisa begitu saja menutup rute penerbangan. "Penting juga bagi kita untuk memastikan yang namanya konektivitas tetap terjadi," tutur Irfan.

Terlebih, Irfan mengatakan saat pandemi maka penerbangan repatriasi juga masih diutamakan. Dia menegaskan, penumpang pesawat rute internasional mayoritas merupakan penerbangan repatriasi.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty meminta Garuda Indonesia dapat menutup semua rute penerbangan internasional. "Garuda yang ke luar negeri setop habis. Covid-19 kok, ngapain ke luar negeri dan juga untuk destinasi yang tidak menguntungkan," kata Evita.

Evita menuturkan, saat ini Direktur Utama Garuda harus membuat keputusan yang cepat. Evita menilai, Garuda Indonesia sudah tidak bisa lagi menjalankan bisnis seperti biasanya.

"Ini Garuda ibarat Covid-19 sudah bergejala membawa penyakit bawaan," tutur Evita.

Evita mendesak Garuda Indonesia harus memikirkan efisiensi yang lebih tepat dalam kondisi saat ini. Dengan begitu menurut Evita dapat membantu Garuda Indonesia tetap bertahan.

"Sudah keadaan akut begini, masih melakukan destinasi yang tidak menguntungkan," ujar Evita.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA