Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sampel Tes Covid 19 ke Labkes Jabar Melonjak 3 Kali Lipat

Senin 21 Jun 2021 18:03 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas melayani warga yang melakukan Swab Tes Covid-19, di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkesda Jabar), Jalan Sederhana, Kota Bandung, Jumat (26/10). Semenjak pandemi, Labkesda Jabar saat selalu ramai oleh  warga yang ingin mengetahui kondisinya terkait Covid-19. Saat ini Swab Tes dianggap lebih akurat dibading rapid tes.

Petugas melayani warga yang melakukan Swab Tes Covid-19, di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkesda Jabar), Jalan Sederhana, Kota Bandung, Jumat (26/10). Semenjak pandemi, Labkesda Jabar saat selalu ramai oleh warga yang ingin mengetahui kondisinya terkait Covid-19. Saat ini Swab Tes dianggap lebih akurat dibading rapid tes.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Sampel yang diterima sudah menembus 9.000an sampel di Labkes Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus Covid-19 yang naik tajam di Jabar membuat aktivitas pengujian sampling Covid-19, di Labkes Jabar melonjak pesat. Menurut Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, biasanya Labkes Jabar menerima 3.000an sampel.

Sekarang, sampel yang diterima sudah menembus 9.000an sampel di Labkes Jabar. Saat ini, yang bertugas di Labkes Jabar ada 66 orang tenaga kesehatan dan 12 relawan.

Baca Juga

"Saat ini,  terasa sekali lonjakan kasus. Karena, jumlah sampel yang masuk ke Labkes Jabar adalah tiga kali lipat dari jumlah sampel tertinggi pada tahun lalu. Meskipun dengan tenaga yang terbatas,  jajaran Labkes Jabar  terus berupaya bekerja ekstra," ujar Emma kepada wartawan, Senin (21/6).

Menurut Emma, pihaknya bekerja di hilir. Namun, dalam memutus mata rantai Covid 19 ini menjadi tanggung jawab bersama. Selain 3T, yakni tracing, testing, dan treament,  sangat perlu upaya keras di hulu yaitu dengan tetap menjalankan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. 

"Apapun varian virusnya senjatanya adalah 5 M," katanya.

Di tengah pekerjaan yang menumpuk, kata dia, Labkes Jabar sukses mempertahankan untuk ketiga kalinya Standar ISO 17043 sebagai Standar Internasional bagi laboratorium Penyelenggara Uji Profiensi.

"Kami sangat bersyukur atas berkah tersebut. Capaian tersebut seakan menjadi kado indah atas kerja keras seluruh jajaran di Labkes Prov Jabar, ditengah kondisi pandemi ini," paparnya. 

Hal lain yang sedang dilaksanakan UPTD Labkes Prov Jabar di tengah pandemi ini, kata dia, adalah menjalin penguatan serta kolaborasi antarlaboratorium kesehatan se-Indonesia. UPTD Labkes Provinsi Jabar menjadi salah satu pemrakarsa terbentuknya Asosiasi Laboratorium Kesehatan Daerah Indonesia, dan turut menyelenggarakan Munas ke 1 secara Virtual pada  Tanggal 19 Juni 2021. 

Selain itu UPTD Labkes Jabar juga mendorong terbentuknya Asosiasi Laboratorium Kesehatan Jawa Barat yang akan ditetapkan setelah Munas tersebut , sebagai upaya peningkatan dan penguatan peran Labkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA