Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

IHSG Ditutup Melemah karena Pasar Khawatirkan Kebijakan Fed

Senin 21 Jun 2021 17:04 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (ilustrasi).

Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (ilustrasi).

Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA
IHSG ditutup melemah 10,87 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.996,25.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup melemah, seiring pelaku pasar yang khawatir terhadap dampak perubahan sikap bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), pada pekan lalu. IHSG ditutup melemah 10,87 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.996,25.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,22 poin atau 0,49 persen ke posisi 858,94."Dipimpin Nikkei 225 yang minus 3,3 persen, indeks saham di Asia sore ini Senin ditutup turun karena investor mempertimbangkan implikasi dari perubahan sikap The Fed yang lebih tegas (hawkish) minggu lalu," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (21/6).

Untuk memperoleh penjelasan yang lebih lanjut, investor menantikan keterangan Gubernur The Fed Jerome Powell dalam rapat dengar pendapat di DPR AS besok. Powell diyakini akan memaparkan perkembangan terkini dari fasilitas pinjaman darurat atau emergency lending COVID-19 dan program pembelian asset (quantitative easing).

Investor juga akan memantau pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde di depan parlemen Uni Eropa nanti malam dan hasil pertemuan kebijakan bank sentral Inggris Bank of England pada Kamis (24/6).Dari sisi makro ekonomi, investor mencerna rilis data ekspor Korea Selatan yang tumbuh 29,5 persen (yoy) selama 20 hari pertama Juni. 

Sementara bank sentral China (PBoC) mengumumkan suku bunga pinjaman untuk korporasi besar bertenor satu tahun tidak berubah di 3,85 persen dan bertenor lima tahun juga tidak berubah dari 4,65 persen. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia naik tipis ditopang oleh permintaan menjelang musim panas di AS dan buntunya pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran. Hal itu dianggap sebagai sinyal pasokan minyak dari Iran akan tertunda memasuki pasar global.

Negosiasi pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir dengan Iran terputus setelah hakim beraliran garis keras Ebrahim Raisi memenangkan pemilihan presiden Iran. Dibuka melemah, sempat anjlok di awal-awal perdagangan namun perlahan tekanan terhadap IHSG mulai berkurang dan sempat menyentuh zona hijau pada sesi kedua namun kembali melemah jelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 1,61 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor energi masing-masing minus 1,55 persen dan minus 1,14 persen. Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 8,9 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer masing-masing 1,15 persen dan 0,61 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp2,1 triliun. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.217.470 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,49 miliar lembar saham senilai Rp13,62 triliun.

Sebanyak 177 saham naik, 345 saham menurun, dan 117 tidak bergerak nilainya.Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 953,15 poin atau 3,29 persen ke 28.010,93, Indeks Hang Seng turun 312,27 poin atau 1,08 persen ke 28.489, dan Indeks Straits Times terkoreksi 26,86 poin atau 0,85 persen ke 3.117,3.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA