Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Disdik Makassar Batasi Jumlah Siswa di Kelas Saat PTM

Senin 21 Jun 2021 14:52 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektasn di Sekolah Negeri Percontohan PAM di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/2021). Pemerintah Kota Makassar melakukan sterilisasil di semua sekolah dengan menyemprotkan cairan disinfektan guna mengantisipasi penularan COVID-19 jelang pembelajaran tatap muka terbatas di daerah itu.

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektasn di Sekolah Negeri Percontohan PAM di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/2021). Pemerintah Kota Makassar melakukan sterilisasil di semua sekolah dengan menyemprotkan cairan disinfektan guna mengantisipasi penularan COVID-19 jelang pembelajaran tatap muka terbatas di daerah itu.

Foto: ANTARA/Arnas Padda
Dalam satu sekolah, akan ada dua rombongan belajar karena ada kelas pagi dan sore.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Pendidikan Kota Makassar, Sulawesi Selatan membatasi jumlah siswa di kelas maksimum 32 orang untuk kegiatan belajar tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022.

"Pelaksanaan belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19 telah dimatangkan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar, salah satu kebijakannya membatasi jumlah siswa di kelas," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Nielma Palamba.

Dia mengatakan rombongan belajar siswa dibatasi dalam satu kelas, untuk SMP berjumlah 32 orang dan SD 28 orang, sedangkan proses belajar mengajar selama dua jam. Oleh karena itu, lanjut dia, dalam satu sekolah misalnya di SMP itu satu kelas bisa saja ada dua rombongan belajar, karena ada kelas pagi dan sore.

"Itulah yang diberikan batasan," katanya.

Dia mengatakan setiap sekolah akan mengajukan jumlah rombongan belajar agar dapat ditentukan dan disesuaikan dengan sarana dan prasarana sekolah. Kepala UPT SD Negeri Minasaupa Jusman mengatakan jam belajar di sekolahnya akan dibagi dua. Hal itu, berlaku untuk SD dan SMP.

"Dengan demikian untuk tatap muka pertama di kelas kita kasih rentang satu jam. Berarti rombel (rombongan belajar) pertama masuk 07.30 sampai 09.30 WITA. Jadi yang rombel kedua masuk 10.30 sampai 12.30 WITA," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, semuanya disesuaikan dengan kondisi di sekolah dari segi sarana dan prasarananya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA