Senin 21 Jun 2021 13:44 WIB

Kapolres Jakpus: Ada Perbedaan Data Kasus Covid dari Dinkes

Perbedaan data Covid karena Dinkes berdasarkan NIK dan KTP bukan domisili pasien.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi (tengah)
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Hengki Haryadi menyebutkan ada perbedaan data terkait jumlah kasus positif Covid-19 yang berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, dengan kasus nyata di lapangan.

"Bahwa ada disparitas antara data yang kita temukan dari Dinas Kesehatan maupun 'real' yang ada di lapangan, karena memang ternyata patokannya KTP Jakarta Pusat, padahal mungkin yang KTP di Jakarta Pusat sudah tidak tinggal di Jakarta Pusat lagi," kata Kombes Pol Hengki usai meninjau Posko PPKM Mikro Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Hengki, perbedaan tersebut terjadi karena data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berasal dari NIK dan KTP pasien tersebut, bukan berdasarkan domisili tempat tinggal warga.

Selain itu, perbedaan data juga dipengaruhi karena petugas tidak selalu memverifikasi warga yang sudah pulang dari isolasi, atau perawatan di RS maupun Wisma Atlet Kemayoran.

Hal itulah yang membuat Polres Jakarta Pusat bersama dengan TNI dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat menginisiasi dibentuknya posko bersama tiga pilar. Posko tersebut dibentuk untuk mengetahui dinamika perkembangan Covid-19, terutama di zona merah.Posko bersama juga akan menganalisis kebijakan yang sesuai untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

"Contoh, di Kemayoran, saat ini yang disebut zona merah adalah satu RT terdiri dari lima rumah terpapar, tetapi di sini terdiri dari tiga RT jaraknya berdekatan, tetap kita laksanakan 'micro lockdown'," kata Hengki.

Ia menambahkan pembentukan posko bersama tiga pilar ini dilakukan di setiap Kampung Tangguh Jaya. Namun demikian, tambahnya, pembentukan posko ini dikonsentrasikan di permukiman padat penduduk yang disinyalir menjadi sumber penyebaran Covid-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement