Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Ivermectin Bisa Cegah dan Obati Covid-19?

Senin 21 Jun 2021 07:26 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

 Obat Ivermectin untuk manusia didistribusikan di Kota Quezon, Manila, Filipina. Ivermectin juga disebut telah didistribusikan di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengobati Covid-19. BPOM menegaskan masih melakukan kajian penggunaan Ivermectin.

Foto:
Ivermectin sempat didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia oleh donatur.

Hasil ini dikonfirmasi dalam analisis sekuensial percobaan menggunakan metode DerSimonian–Laird, sekaligus mendukung analisis yang tidak disesuaikan. Analisis sekuensial percobaan menggunakan metode Biggerstaff-Tweedie juga menunjukkan hasil serupa.

Sejumlah bukti menemukan bahwa profilaksis ivermectin mengurangi tingkat infeksi virus corona jenis baru rata-rata 86 persen. Hasil sekunder memberikan bukti yang kurang pasti.

Sementara itu, hanya sedikit bukti menunjukkan bahwa mungkin tidak ada manfaat ivermectin untuk pasien Covid-19 dengan gejala parah, hingga yang membutuhkan alat bantu pernapasan. Di lain sisi, perkiraan efek untuk perbaikan dan penurunan kondisi pasien secara jelas mendukung penggunaan ivermectin.

Efek samping yang parah jarang terjadi di antara para peserta uji coba pengobatan. Tidak ada bukti terkait perbedaan yang dinilai sebagai kepastian yang rendah.

Bukti sementara menemukan bahwa pengurangan besar dalam kematian akibat Covid-19 dimungkinkan dengan menggunakan ivermectin. Penggunaan ivermectin di awal infeksi virus corona jenis baru disebut dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Faktor keamanan dan biaya rendah menunjukkan bahwa ivermectin mungkin memiliki dampak signifikan dalam mengatasi pandemi Covid-19 secara global.

Sementara itu, European Medicines Agency (EMA) pada Maret 2021 menyimpulkan bahwa data yang ada tidak menunjang penggunaan ivermectin untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19 di luar uji klinis yang dirancang dengan baik. EMA di laman resminya menyebut, sejauh ini ivermectin tidak diizinkan untuk Covid-19 di Uni Eropa.

Di Indonesia, sejumlah pihak memberikan ivermectin sebagai donasi Covid-19 ke sejumlah daerah. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan daerah yang telanjur menerima bantuan obat ini agar tidak sembarangan menggunakannya kepada pasien Covid-19.

"Bahwa kehati-hatian sangat diutamakan dalam menggunakan obat ini. Pemanfaatan ivermectin harus dibawah rekomendasi dari dokter berdasarkan hasil observasi indikasi tertentu," katanya dalam siaran pers, Jumat (11/6) malam.

Ivermectin merupakan obat infeksi cacing gelang. Di samping itu, ivermectin juga terbukti berkhasiat mengatasi kutu rambut dan kudis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA